HABADAILY.COM – Angka kasus perkawinan usia dini di Aceh terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan pengetahuan masyarakat Aceh akan risiko menikah dini terus meningkat. Hal ini terungkap dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tingkat Provinsi se-Aceh.
“Masyarakat di Aceh mulai mengerti pentingnya menjaga kestabilan usia dalam perkawinan," jelas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, M Natsir Ilyas, Selasa (01/09/2015). Namun Natsir yang menghadiri puncak peringatan tak merinci angka penurunan dari tahun ke tahun.
Atas keberhasilan itu, BKKBN RI memberikan apresiasi. Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Suryapaty, upaya penekanan perkawinan usia dini merupakan program nasional. "Untuk program KB di Aceh sama seperti program KB yang ada di Provinsi lain di Indonesia," kata Surya.
Menurut Surya, sebagai daerah otonomi khusus yang sangat menjunjung tinggi nilai agama peran tokoh masyarakat dan ulama sangat penting dalam mendukung program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).