DATA BMKG 15 Juni 2021

Temuan Pansus DPR Aceh Masih Banyak Proyek Tidak Ada Perencanaan

Temuan Pansus DPR Aceh Masih Banyak Proyek Tidak Ada Perencanaan

Ketua Pansus DPR Aceh Sulaiman

HABADAILY.COM | Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2020 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai menindaklanjuti laporan penggunaan anggaran oleh gubernur Aceh untuk sejumlah proyek di Aceh.

Ketua Pansus DPR Aceh Sulaiman Mengatakan, tim Pansus sudah mulai turun ke lapangan guna melakukan cek Fisik sejumlah proyek yang didanai dengan APBA tahun anggaran 2020 yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota di Aceh, hal itu disampaikan kepada awak media, Senin 24 Mei 2021 usai melakukan kunujungan lapangan di daerah pemilihan  I Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. 

"Semua tim sudah kita sepakati wilayah kunjungan dan tugas sesuai dengan Dapil, teman teman DPR sudah mulai turun ke lapangan guna melakukan investigasi terhadap proyek yang didanai dengan APBA di Daerah Pemilihan masing-masing," ujar Sulaiman yang juga politisi Partai Aceh.

Lebih lanjut kata Sulaiman, peruntukan sebanyak 15 Triliun lebih APBA tahun anggaran 2020 yang dieksekusi oleh sejumlah  SKPA, baik Dinas maupun Badan belum menyentuh masyarakat bawah, bahkan banyak terkesan peruntukan anggaran tergolong mubazir.

“ Hasil temuan pansus DPR Aceh sementara masih ada proyek yang dikerjakan belum sesuai yang direncanakan. Bahkan banyak proyek yang dikerjakan, namun tidak ada perencanaan, malah yang sudah ada perencanaannya tidak dilaksanakan,” ujar Sulaiman.

Pansus DPR Aceh juga mencurigai banyak proyek yang didanai dengan APBA dikerjakan asal jadi alias tidak berorientasi pada tujuan mensejahterakan 5,5 juta rakyat Aceh yang tersebar di 23 kab/kota, sambung ketua BKD DPR Aceh ini. 
“ akibat tidak tepat sasaran penggunaan anggaran, maka Aceh selalu menjadi nomor wahid penyumbang kemiskinan di Sumatera, padahal anggaran cukup banyak dengan kouta penduduk Aceh 5 juta lebih, bahkan program pemerintah saat ini belum mengikuti RPJMA,” katanya.

Dana Refocusing

Di samping itu, Tim Pansus DPR Aceh juga akan fokus pada peruntukan Dana Refocusing tahun 2020 yang juga dinilai belum tepat sasaran, malah ada anggaran yang belum dikirim pertanggungjawaban oleh lembaga pengguna angggaran sesuai temuan BPK RI perwakilan Aceh yang berjumlah Milyaran rupiah, kata Sulaiman.

“ketimbang anggaran itu hanya untuk “ngopi” kenapa gak mereka gunakan untuk pembangunan rumah Duafa atau pemberdayaan ekonomi ummat. DPR bukan anti pemuda, akan tetapi jika itu tepat sasaran kenapa tidak. Ini malah terkesan bernari diatas kemiskinan rakyat Aceh,” ungkap Sulaiman.

Pansus DPR Aceh juga berat menaruh curiga adanya pelanggaran hukum penggunaan anggaran pada Dinas Pendidikan Aceh untuk projek pengadaan Mobiler, pengadaan wastafel (cuci tangan) untuk sekolah tingkat SMA.

"Ada laporan yang masuk ke kami, alat tersebut, baik Mobiler maupun Wastafel tidak fungsional, sehingga anggaran terbuang begitu saja, bahkan dikabarkan pengerjaan nya adalah perusahaan milik orang dekat Gubernur Aceh," sebut Sulaiman.

Kemudian Dinas Kesehatan Aceh juga tidak jelas penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBA hasil Refocusing, begitu juga  Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. “masak ada petugas medis yang harus beli APD dengan uang pribadi,” tutupnya.

Komentar
Baca Juga
Terbaru