HABADAILY.COM - Di jantung hutan belantara Aceh, tepatnya di Kabupaten Pidie, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang tak banyak tersentuh manusia, yaitu Gunung Peuet Sagoe. Kini, gunung tersebut menjadi destinasi yang siap menguji adrenalin para pecinta alam.
Berdiri anggun dengan empat puncaknya, gunung berapi aktif tipe strato ini seakan menjadi penjaga sunyi di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Karena memiliki empat puncak utama inilah, gunung tersebut dijuluki dengan nama "Peuet Sagoe" yang dalam bahasa Aceh berarti Empat Persegi atau Empat Sudut.
Dengan ketinggian yang mencapai hampir 2.800 mdpl, Peuet Sagoe bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah perjalanan batin bagi siapa pun yang berani menapakinya.
Gerak Langkah Menelusuri Puncak Gunung
Perjalanan menuju gunung ini bukanlah hal yang mudah. Jalur yang panjang, medan yang liar, serta kabut yang seolah tak pernah benar-benar pergi, menciptakan suasana misterius yang menyelimuti setiap langkah.

Pepohonan tinggi menjulang, akar-akar liar melintang, dan suara satwa menjadi satu-satunya teman setia. Di sinilah letak pesona “Peuet Sagoe”. Ia tidak menawarkan kenyamanan, tetapi menghadirkan pengalaman yang otentik dan mendalam.
Sesekali, dari sela kabut yang menari pelan, tampak kawah aktif yang masih menghembuskan asap putih. Aroma belerang tipis tercium, mengingatkan bahwa gunung ini masih hidup dan bernapas. Keheningan yang ada di sana bukanlah sebuah kehampaan, melainkan harmoni purba antara manusia dan alam.
Namun, segala lelah dan perjuangan itu terbayar lunas saat mencapai puncaknya. Dari ketinggian, terbentang sebuah pemandangan yang seakan tak nyata sebuah danau yang bersemayam tenang di antara pelukan pegunungan.
Suguhan Pelepas Dahaga
Air danau itu memantulkan langit, kadang biru, kadang kelabu, mengikuti suasana yang dibentuk oleh pergerakan kabut. Danau ini bukan hanya sekadar indah, tetapi juga menghadirkan ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Di atas sana, waktu seolah melambat. Angin berhembus lembut, membawa cerita dari lembah yang jauh. Tak ada hiruk pikuk, tak ada kebisingan, hanya ada keheningan yang penuh makna.
Agam Duta Wisata Pidie 2025, T. M. Iqbal, mengaku bahwa Gunung Peuet Sagoe mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga, dimana keindahan sejati tidak selalu mudah dijangkau, tetapi selalu layak untuk diperjuangkan.
"Gunung ini adalah salah satu gunung berapi aktif tipe strato dan juga merupakan bagian dari jalur Ring of Fire (Cincin Api)," kata T. M. Iqbal kepada Habadaily.com, Senin (13/04/2026).
Gunung Peuet Sagoe Dimata Duta Wisata
Menurut Iqbal, yang juga merupakan pasangan dari Inong Wisata Pidie 2025, Dzurriyal Khaira, saat ini sudah banyak tim ekspedisi lokal Aceh yang mendaki ke sana. Hal ini terlihat dari banyaknya open trip yang mulai bermunculan. Bahkan, pendaki dan kreator konten gunung terkenal, Furky Syahroni beserta rombongan ekspedisinya, juga baru-baru ini telah menjajal trek Peuet Sagoe.
Untuk menuju ke puncak gunung, terdapat beberapa peraturan yang wajib dipatuhi. Syarat utamanya adalah mendapatkan izin dari aparatur gampong (desa) serta melapor kepada pihak keamanan setempat. Untuk peraturan pendakian lainnya, kurang lebih sama dengan standar operasional pendakian gunung-gunung lain di Aceh.
"Jangan khawatir bagi wisatawan yang belum mengenal medan, pasalnya di Pidie ada AKAMSI alias Anak Kampung Sini, yang siap membantu memandu," sebut Iqbal sambil tersenyum.
Bagi para pendaki, Peuet Sagoe bukan sekadar tujuan akhir. Ia adalah tentang proses, tentang keberanian, dan tentang menemukan diri di tengah luasnya bentang alam. Sebuah tempat di mana kelelahan bertransformasi menjadi rasa syukur, dan setiap langkah menjadi cerita yang tak akan pernah terlupakan.
Editor: Suryadi