Langkah Menuju Tansaran Bidin: Menemukan Ketenangan di Tengah Alam

April 14, 2026 - 11:56
Langkah Menuju Air Terjun Tansaran Bidin: Menemukan Ketenangan di Tengah Alam. (FOTO : HO I Duta Wisata Bener Meriah 2025)

HABADAILY.COM - Tansaran Bidin adalah sebuah desa di kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Indonesia. Selama ini, Bener Meriah dikenal luas sebagai wilayah dataran tinggi dengan komoditas utamanya berupa kopi Arabika.

Bukan hanya itu, sejarah mencatat, Bener Meriah adalah lokasi Radio Rimba Raya yang menyiarkan kedaulatan Indonesia ke dunia internasional pada masa Agresi Militer Belanda. Sekarang Radio Rimba Raya diabadikan sebagai sebuah monumen di kecamatan Pintu Rime Gayo.

Namun, siapa sangka? Di tengah tren wisata yang kini semakin mengarah pada pengalaman alam yang autentik, Bener Meriah menyimpan segudang keindahan. Air Terjun Tansaran Bidin hadir sebagai destinasi yang menawarkan ketenangan sekaligus petualangan.

Baca Juga: Sejuknya Gunung Seulawah Agam: Pelarian Tenang di Hamparan Hijau Aceh Besar

Air terjun ini menjadi salah satu “surga tersembunyi” yang dilirik banyak wisatawan, meski belum banyak dijamah. Pesonanya semakin dikenal luas setelah berhasil meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori “Surga Tersembunyi Terpopuler”.

Langkah Kaki Menuju Air Terjun
Air Terjun Tansaran Bidin terletak di Desa Tansaran Bidin, Kecamatan Bandar. Lokasinya berjarak sekitar 16 kilometer dari Bandara Rembele, atau kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat kabupaten.

Langkah Menuju Air Terjun Tansaran Bidin: Menemukan Ketenangan di Tengah Alam. (FOTO : HO I Duta Wisata Bener Meriah 2025).

Untuk mencapainya, wisatawan tidak bisa hanya bergantung pada kendaraan bermotor. Perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki (trekking) menyusuri lembah sejauh kurang lebih 800 meter. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 1,5 jam ini akan membawa pengunjung menembus rimbunnya hutan dan area perkebunan warga.

Perjalanan yang menantang tersebut justru menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman yang ditawarkan. Jalur setapak yang berkelok, udara sejuk khas dataran tinggi Gayo, serta panorama pepohonan hijau di sepanjang jalan perlahan membawa pengunjung keluar dari hiruk-pikuk keseharian. Setiap langkah seolah menjadi proses menuju ketenangan yang sesungguhnya.

Sambutan Alam yang Asri
Sesampainya di lokasi, rasa lelah wisatawan akan langsung terbayar lunas. Mereka disambut oleh air terjun setinggi sekitar 50 meter yang jatuh bebas dari tebing batu berselimut tanaman hijau.

Suara gemuruh air yang berpadu dengan semilir angin dan kicauan burung menciptakan suasana alami yang begitu menenangkan. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, percikan air yang tertimpa cahaya matahari akan membentuk pelangi kecil di sekitar air terjun, menambah kesan magis pada lanskap tersebut.

Kondisi alamnya yang masih sangat terjaga dan belum banyak tersentuh pembangunan menjadikan tempat ini sangat ideal bagi wisatawan yang mencari keaslian alam. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada rentang pagi hingga siang hari, ketika cahaya matahari mulai menyelinap masuk ke celah pepohonan dan menciptakan suasana yang dramatis.

Meski pesonanya luar biasa, pengunjung tetap diimbau untuk selalu berhati-hati, mengingat jalur trekking yang cukup menantang serta kondisi bebatuan yang licin di area sekitar air terjun.

Langkah Menuju Air Terjun Tansaran Bidin: Menemukan Ketenangan di Tengah Alam. (FOTO : HO I Duta Wisata Bener Meriah 2025).

Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata
Tansaran Bidin adalah tentang perjalanan itu sendiri, tentang bagaimana setiap langkah yang ditempuh membawa seseorang semakin dekat dengan alam dan ketenangan batin.

Duta Wisata Bener Meriah 2025, Rita Mistia, mengungkapkan bahwa di tempat ini keindahan tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga dirasakan dalam setiap embusan udara dan gemuruh air.

"Alhamdulillah, pasca banjir Aceh pada akhir 2025 lalu, Air Terjun Tansaran Bidin masih terlindungi dengan baik. Tempat ini masih berdiri tegak seakan menunggu para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjunginya," kata Rita Mistia kepada Habadaily.com, Senin (13/04/2026).

Pasangan Bujang Bener Meriah 2025, Muhammad Restu Meluem ini juga menambahkan, Air Terjun Tansaran Bidin tetap menjadi ikon utama di kawasan tersebut. Udara di sekitarnya yang sangat bersih dan menyegarkan sangat cocok untuk relaksasi pikiran.

"Air terjun ini memiliki sumber air dari aliran sungai alami di kawasan pegunungan Desa Tansaran Bidin itu sendiri. Hal ini menjadikannya sesuatu yang luar biasa untuk dikunjungi," jelasnya.

Bagi wisatawan yang tertarik, Rita menyampaikan bahwa destinasi ini bisa dikunjungi kapan saja. "Mau siang maupun malam hari, baik sendiri, bersama kelompok, maupun keluarga besar, silakan datang,". “Nah, Bagi yang ingin "Menjemput Tenang di Tansaran Bidin" ini saat nya!

Editor: Suryadi.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.