11 KK Pengungsi Mulai Tinggalkan Kantor Bupati Bireuen

March 28, 2026 - 13:22
Para pengungsi banjir mulai meninggalkan Kantor Bupati Bireuen, setelah sebagian tuntutan mereka dipenuhi pemerintah. Foto Fadja/Habadaily.com

DTH Cair, 11 KK Pengungsi Tinggalkan Kantor Bupati Bireuen 

‎HABADAILY.COM Setelah bertahan selama 17 malam di tenda darurat yang didirikan di halaman Kantor Bupati Bireuen, sebanyak 11 kepala keluarga (KK) asal Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, akhirnya kembali ke kampung halaman mereka. Kepulangan ini terjadi setelah pemerintah mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1.800.000 per KK pada Jumat (27/3/2026).‎

‎Proses pencairan DTH turut difasilitasi oleh Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian, yang didampingi Camat Jangka dan Keuchik Alue Kuta. Para pengungsi dibawa ke Bank Syariah Indonesia (BSI) Peusangan untuk pengurusan buku tabungan sebagai penerima bantuan tersebut.‎

‎Salah satu pengungsi, Husni, mengungkapkan bahwa sejak awal aksi bertahan di halaman kantor bupati semata-mata untuk menuntut hak mereka sebagai korban banjir.‎

‎“Alhamdulillah, perjuangan kami tidak sia-sia. Selama 17 malam di tenda akhirnya membuahkan hasil untuk warga Alue Kuta,” ujar Husni.‎

‎Ia menjelaskan, dari total 13 KK yang terdaftar, sebanyak 11 KK telah menerima buku tabungan BSI. Sementara dua KK lainnya masih dalam proses dan dijadwalkan akan diselesaikan pada Senin (30/3/2026).‎

‎Hal senada disampaikan Dedi, warga Alue Kuta lainnya. Ia menilai, langkah mereka bertahan di halaman kantor pemerintahan menjadi kunci percepatan realisasi bantuan.‎

‎“Kami datang ke sini untuk menuntut hak. Jika kami hanya berdiam di kampung, mungkin sampai hari ini belum ada solusi,” katanya.‎

‎Meski demikian, para pengungsi tetap menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas pencairan bantuan tersebut. Selain DTH, pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga terdampak juga disebut sedang berlangsung dengan dukungan lembaga kemanusiaan DT Peduli.‎

‎Husni turut menyampaikan terima kasih kepada sesama pengungsi yang masih bertahan, termasuk kepada M. Amin yang dinilai berperan penting selama masa pengungsian.‎

‎“Terima kasih kepada semua rekan-rekan di tenda, khususnya Bang Amin yang setia mendampingi kami. Semoga hak beliau dan teman-teman lainnya segera dipenuhi,” ujarnya.

‎Meski 11 KK telah kembali ke rumah, perjuangan belum sepenuhnya usai. Hingga kini, masih terdapat 17 KK yang bertahan di tenda pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen. ‎

‎Mereka berasal dari Desa Kapa (Peusangan) sebanyak 5 KK, Gampong Raya Dagang (Peusangan) 7 KK, dan Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, sebanyak 5 KK.‎

‎Para pengungsi yang tersisa tersebut masih menuntut percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta pemenuhan hak-hak lainnya dari pemerintah, hingga 4 bulan paska banjir, masih banyak korban yang belum mendapatkan hak mereka.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.