Nestapa Penyintas Banjir Bireuen di Momen Lebaran

March 22, 2026 - 17:44
Para pengungsi banjir Bireuen yang berlebaran di tenda darurat, Foto Fadjar/Habadaily.com

‎HABADAILY.COM - Di tengah gema takbir dan hangatnya suasana Idul Fitri, pemandangan berbeda justru terlihat di halaman Kantor Bupati Bireuen, Minggu (22/3/2026). Puluhan pengungsi korban banjir merayakan hari kemenangan bukan di rumah, melainkan di bawah tenda sederhana yang telah menjadi tempat berteduh mereka selama berhari-hari.‎

‎Di saat banyak keluarga berkumpul menikmati hidangan lebaran, para pengungsi ini duduk bersila di bawah pohon rindang, menyantap makanan seadanya bersama. Tawa anak-anak sesekali pecah, namun tak mampu sepenuhnya menutupi raut lelah dan kerinduan akan rumah yang belum bisa mereka tempati kembali.‎

‎Momen makan bersama itu menjadi lebih dari sekadar berbagi makanan. Ia menjelma menjadi simbol kekuatan, kebersamaan, dan harapan di tengah ketidakpastian. Anak-anak yang seharusnya berlarian dari rumah ke rumah untuk bersilaturahmi, kini hanya bermain di sekitar tenda, menjadikan ruang sempit itu sebagai dunia mereka.‎

‎Muhammad Amin menyebutkan, kegiatan makan bersama tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar sesama pengungsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.‎

‎“Di sini ada total 68 pengungsi, dari sebelumnya 56. Kami akan menjaga kekompakan dan tetap konsisten bertahan di sini hingga semua hak-hak kami diberikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.‎

‎Lebaran kali ini menjadi potret getir bagi para penyintas. Di balik kebersamaan yang terjalin, tersimpan harapan besar agar suara mereka didengar. Bertahan di tenda bukanlah pilihan, melainkan keterpaksaan,sebuah langkah terakhir demi memperjuangkan hak yang selama ini mereka rasa diabaikan.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.