Berbeda dengan lomba film pada umumnya, ADC 2026 merupakan ruang belajar yang intensif. Peserta yang terdiri dari tim (1 siswa kelas 1 atau 2 dan 1 guru pendamping) akan melewati tujuh tahapan seleksi dan pelatihan, di antaranya: basic Training (7-11 April 2026), present forum (16 Juni 2026), in-house training (18-27 Juni 2026), produksi & pasca produksi.
Melalui tujuh tahapan seleksi—mulai dari pendaftaran ide cerita hingga proses produksi—peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga didampingi oleh mentor profesional. Tujuannya adalah mengubah "kegelisahan" personal menjadi karya visual yang memiliki kedalaman riset dan perspektif yang kuat dari sudut pandang masyarakat terdampak.
“Kami akan memberikan fasilitas bagi 3 tim finalis, mulai dari pendampingan mentor profesional, peminjaman peralatan syuting standar (kamera, lensa, tripod, microphone), hingga dukungan biaya produksi,” ujar Hafidz.
Bagi pelajar yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan ide cerita menarik yang berkaitan dengan realitas kehidupan sehari-hari sesuai tema. Calon peserta diwajibkan melampirkan surat izin sekolah, izin orang tua, serta dokumen identitas diri.
"Kami mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi penonton di layar ponsel, tetapi menjadi penutur cerita. Rekamlah realitas ini sebelum dampaknya menjadi tak lagi bisa diperbaiki," tambah Hafidz.