Studiosa Kolaborasi 12 Musisi Aceh dalam 'Simpeuna Uroe Raya'

March 14, 2026 - 21:36
Kru Studiosa Kolaborasi 12 Musisi Aceh dalam Simpeuna Uroe Raya. (FOTO: HO | HABADAILY.COM)

HABADAILY.COM - Industri musik Nanggroe Aceh Darussalam kembali disemarakkan oleh lahirnya sebuah karya monumental. Sebanyak 12 musisi Aceh dari berbagai latar belakang, genre, dan rentang usia resmi berkolaborasi merilis sebuah lagu bertema hari raya berjudul "Simpeuna Uroe Raya".

Karya ini tidak sekadar hadir sebagai pelengkap momentum hari kemenangan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat dan menyatukan ekosistem musik Aceh secara lintas generasi.

Kehadiran mahakarya "Simpeuna Uroe Raya" langsung mencuri perhatian para penikmat musik daerah karena digarap dengan tingkat keseriusan tinggi.

Produksi karya musik ini berada sepenuhnya di bawah naungan Studiosa, sebuah rumah produksi kreatif yang dikenal sangat peduli terhadap pelestarian kearifan lokal di era digital.

Tanggung jawab penuh atas berjalannya produksi ini ditangani langsung oleh tiga figur berpengaruh di skena musik lokal, yaitu Nazar Shah Alam, Acut Iqun Razak, dan Dharma Putra.

Ketiganya bertindak sebagai penanggung jawab utama yang mengawal proses kreatif dari awal hingga akhir.

Thumanail Lagu simpeuna Uroe Raya. (FOTO: HO I HABADAILY.COM)

Mereka memastikan kualitas audio, visual, hingga pesan moral kebersamaan dalam lagu ini tersampaikan dengan sempurna kepada masyarakat luas.

Menariknya, lagu ini tidak repetitif atau mengikuti pakem lagu lebaran yang sudah ada. Nuansa musik dalam "Simpeuna Uroe Raya" digarap dalam dimensi yang sama sekali berbeda dan lebih segar.

Mengusung tema Melayu Aceh yang kental, lagu ini memadukan ritme tradisional yang dinamis dengan sentuhan modernisasi yang sangat elegan.

"Perpaduan ini dirancang agar karya tersebut mudah diterima oleh semua kalangan pendengar, mulai dari generasi tua yang ingin bernostalgia dengan irama klasik masa lampau, hingga generasi muda yang menyukai eksplorasi nada-nada baru," kata Acut Iqun Razak kepada Habadaily.com, Sabtu (14/03/2026).

Iqun mengaku, untuk menghasilkan komposisi yang megah tersebut, Studiosa memberikan ruang kreasi yang luas. Karya ini menghadirkan tiga pemuda terbaik di bidang aransemen musik Aceh.

"Komposisi utuh, megah, dan harmonis ini merupakan hasil racikan tangan dingin Noval Wayarabi, yang bekerja sama secara intensif memadukan ide dengan Safwan Ibnoe Arhas dan Ariq," ujarnya.

Kata Iqun, Ketiga komposer muda berbakat ini berhasil meramu berbagai instrumen ke dalam satu kesatuan aransemen utuh yang menggetarkan hati, sekaligus mengajak pendengarnya larut dalam kebahagiaan dan kehangatan khas Uroe Raya.

"Keterlibatan 12 musisi ini tentu menjadi representasi dari pentingnya regenerasi dan kolaborasi. Menyatukan para seniman senior, ekosistem musik Aceh perlahan tumbuh semakin sehat, mandiri, dan suportif," akunya.

Konsistensi Studiosa dalam memeriahkan hari raya melalui karya musik daerah sebenarnya sudah teruji waktu. Kiprah mereka telah terbukti pada perayaan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada momentum Idul Fitri tahun 2021 silam, Studiosa juga sukses memproduksi sebuah lagu daerah bertema Lebaran yang bertajuk "Peukateun Uroe Raya", jelasnya.

Kru Studiosa Kolaborasi 12 Musisi Aceh dalam Simpeuna Uroe Raya. (FOTO: HO | HABADAILY.COM)

"Pada masanya tersebut melibatkan kolaborasi apik antara Nazar Shah Alam bersama musisi berbakat, Zoelmasry. Kesuksesan dan antusiasme masyarakat pada karya terdahulu itulah yang kini dilanjutkan, disempurnakan, dan diperbesar skalanya melalui mega proyek "Simpeuna Uroe Raya", tegasnya.

Kini, aku Iqun, dimana di tengah derasnya arus musik luar yang masuk, inisiatif dari Studiosa beserta 12 musisi ini menjadi oase yang menyejukkan.

"Mereka sukses membuktikan bahwa identitas Melayu Aceh dapat terus dilestarikan, dikemas secara kekinian, dan tetap relevan di setiap zaman, menjadi lagu wajib yang akan menemani masyarakat Aceh saat bersilaturahmi," tutupnya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.