Korban Banjir di Aceh Tamiang per 6 Desember 2025, 57 Orang Meninggal Dunia, 262 Ribu Lebih Mengungsi

December 6, 2025 - 15:36
erusakan Parah di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, akibat banjir dan longsor. (FOTO: Humas Aceh).

HABADAILY.COM - Data terbaru dari Posko Komando Pemerintah Aceh per Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 08.00 WIB, mencatat jumlah korban dan kerusakan fasilitas umum akibat bencana banjir di Aceh Tamiang. Banjir ini telah menerjang seluruh 12 kecamatan di Aceh Tamiang.

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa korban meninggal dunia bertambah dibanding laporan sebelumnya.

Sebanyak 57 orang dilaporkan meninggal dunia dan 23 lainnya masih hilang. Selain itu, 18 warga mengalami luka-luka akibat banjir yang menerjang 12 kecamatan, atau seluruh kecamatan di Aceh Tamiang.

Tercatat 262.087 jiwa mengungsi, sementara 36.838 jiwa lainnya terdampak namun tidak mengungsi.

"Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang. Kerusakan fasilitas juga terus kami data karena akses ke beberapa lokasi masih terputus, terutama akibat jembatan yang hanyut,” kata Murthalamuddin.

Dari laporan Posko Komando, ada 2.262 rumah rusak, termasuk 780 unit rusak berat dan 35 unit rusak sedang. Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 54 unit, ditambah 3 unit rusak berat. Sarana kesehatan ikut terdampak dengan 1 unit rusak, sementara data kerusakan berat masih belum masuk.

Kerusakan juga terjadi pada sarana ibadah, sebanyak 33 unit rusak dan 2 unit rusak berat. Sarana perkantoran yang terdampak mencapai 32 unit, dan 1 unit mengalami rusak berat. Infrastruktur transportasi pun lumpuh dengan 2 jembatan rusak dan 1 jembatan putus total.

Hingga saat ini, petugas gabungan yang terdiri dari relawan, TNI/Polri, dan BPBD masih bekerja di berbagai titik, terutama di kecamatan yang aksesnya sulit. Pemerintah Aceh mengimbau warga untuk tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.