Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis Diluncurkan

July 23, 2025 - 11:33
Keterangan Foto: Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah saat mendampingi Rektor USK, Marwan saat melakukan penandatanganan kerjasama antara kemenristek dan pemerintah daerah di Kemenristek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Juli 2025. (Foto: Humas BPPA)

HABADAILY.COM – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) secara resmi meluncurkan Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis.

Acara peluncuran ini, yang diselenggarakan di kantor Kemenristek, Senayan, Jakarta Pusat, merupakan bagian dari strategi percepatan perwujudan Asta Cita melalui kemitraan sistem kesehatan akademik nasional dan dihadiri 
Wakil Gubernur (Wagub) Fadhlullah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, dan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Marwan, pada Selasa, 22 Juli 2025,

Program ini dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan instansi pusat. Tujuannya adalah untuk menjawab krisis kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis di berbagai daerah di Indonesia.


Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasinya. "Pertama sekali kita mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kementerian Dikti dan Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan bisa terwujud semuanya seperti rakyat inginkan," kata Fadhlullah.

Kata wagub Fadhlullah, program akselerasi ini juga merupakan harapan besar bagi rakyat Aceh, khususnya terkait pemerataan layanan kesehatan.

Kegiatan peluncuran ini diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara Kemenristek dan pemerintah daerah. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan kekuatan institusi pendidikan tinggi di daerah sebagai pusat pengembangan tenaga medis yang berkualitas.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terwujud seperti komitmen Menteri Kesehatan tadi untuk perlengkapan alat kesehatan, yakni di setiap daerah, kabupaten, hingga ke tiap puskesmas seluruhnya bisa ada dokter spesialis," ungkapnya.

Wagub Fadhlullah optimis bahwa target penguatan sistem layanan medis ini dapat tercapai secara bertahap.

"Insyaallah sampai 2027 bisa memenuhi untuk semua provinsi, kabupaten, kota," tutupnya.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.