Cedera otak traumatis terjadi akibat benturan keras atau tekanan tumpul terhadap kepala. Jenis cedera ini dapat memicu gangguan fungsi otak melalui kerusakan jaringan, pembekuan darah (hematoma), pembengkakan otak (edema serebral), atau memar pada jaringan otak. Cedera semacam ini juga dapat menyebabkan gegar otak maupun stroke sekunder. Dampaknya tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera.
3. Hidrosefalus
Hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan serebrospinal (cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang) secara berlebihan di dalam rongga otak. Penumpukan ini dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak dan mengganggu fungsi otak. Hidrosefalus dapat terjadi pada segala kelompok usia, dan dalam banyak kasus memerlukan tindakan medis berupa pemasangan alat bantu drainase (shunt).
4. Tumor Otak
Tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam otak. Tumor dapat bersifat primer (berasal dari otak itu sendiri) atau sekunder (menyebar dari bagian tubuh lain). Tumor otak diklasifikasikan sebagai jinak (non-kanker) atau ganas (kanker), serta dibagi dalam beberapa tingkat keparahan (grade 1 hingga 4). Tumor dengan grade yang lebih tinggi umumnya bersifat lebih agresif dan memerlukan penanganan intensif.