Pastikan Anda mengunduh dan mengaktifkan aplikasi mobile banking dari masing-masing bank. Pelajari cara menggunakannya, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga top-up e-wallet. Dengan memahami fitur-fitur ini, Anda bisa langsung beralih ke bank lain jika bank utama mengalami gangguan.
3. Menyimpan Saldo di Beberapa Rekening
Sebisa mungkin, bagi saldo Anda ke dalam beberapa rekening untuk berjaga-jaga. Jika semua dana hanya tersimpan di satu bank yang sedang error, Anda bisa kesulitan saat ingin bertransaksi. Misalnya, alokasikan sebagian uang untuk kebutuhan harian di satu bank dan sisanya di bank lain untuk tabungan atau transaksi darurat.
4. Menghubungkan Rekening dengan E-Wallet
Menggunakan dompet digital juga bisa menjadi solusi cadangan. Hubungkan beberapa rekening bank Anda dengan e-wallet seperti GoPay, OVO, atau Dana. Jika salah satu bank mengalami gangguan, Anda tetap bisa menggunakan saldo e-wallet untuk pembayaran atau transfer dana ke rekening lain.
5. Menyiapkan Kartu Debit dan Kredit dari Bank yang Berbeda
Jika memungkinkan, miliki kartu debit dan kredit dari bank yang berbeda. Ini akan membantu saat Anda perlu melakukan transaksi di mesin EDC atau menarik uang dari ATM bank lain saat kartu utama tidak berfungsi.