HABADAILY.COM - Pelaksanaan proyek Strategis Nasional (PSN) dan APBN Tahun Anggaran 2024 di Aceh disebut telah menunjukkan capaian signifikan.
Dalam rangka monitoring dan evaluasi proyek-proyek tersebut, Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh telah melakukan pendampingan intensif sejak awal Desember melalui kunjungan lapangan ke 13 kabupaten/kota di provinsi Aceh.
Seperti dinyatakan dalam laman resmi Pemerintah Aceh, Senin (23/12/2024), Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, T Robby Irza, menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan serta mendeteksi dini kendala yang dihadapi di lapangan.
Tim kunjungan lapangan yang terbagi menjadi empat kelompok memantau proyek-proyek strategis yang dilaksanakan oleh berbagai balai, seperti Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh (BPJN), Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS-I), dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).
Ada beberapa capaian penting dilaporkan selama kunjungan tersebut. Di antaranya, Paket Rehabilitasi Jaringan Tambak Julok di Kabupaten Aceh Timur telah rampung 100%, mencakup pekerjaan saluran pembuangan, jalan, dan jembatan. Lainnya, Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Simpang Peut – Batas Aceh Barat Daya di Kabupaten Aceh Barat Daya juga telah selesai sepenuhnya.
Sementara itu, pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara telah mencapai progres fisik 92,82%. Meskipun sempat terkendala longsor akibat curah hujan tinggi, para pihak bertanggung jawab tetap optimis dapat menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal.
Capaian serupa juga terlihat pada pembangunan Jaringan Irigasi Lhok Guci tahap IV di Kabupaten Aceh Barat. Proyek ini telah mencapai 91,46%, dengan pembangunan pintu air yang sudah selesai dan pekerjaan saluran kiri-kanan direncanakan rampung pada 8 Desember 2024.
Robby Irza mengapresiasi upaya keras seluruh pihak yang terlibat, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, yang telah menunjukkan kolaborasi solid untuk memastikan proyek-proyek strategis ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Aceh. “Keberhasilan ini adalah wujud nyata kerja bersama yang efektif dan berkelanjutan,” ucap Robby.
Ia berharap pendampingan yang terus dilakukan dapat membantu menyelesaikan kendala di lapangan dan memastikan seluruh pekerjaan selesai tepat waktu. “Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk menyelesaikan proyek-proyek ini demi pembangunan Aceh yang lebih baik,” tutupnya. []