Angka Pekerja Rentan Capai 20 Ribu, Aceh Barat Butuh Kebijakan Perlindungan Sosial
HABADAILY.COM - Kabupaten Aceh Barat menghadapi tantangan serius dalam menanggulangi kemiskinan, terutama di kalangan pekerja rentan.
Dalam Seminar Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Barat, Senin kemarin, terungkap bahwa lebih dari 20 ribu pekerja rentan dan 38 ribu keluarga miskin di daerah tersebut menjadi fokus utama pemerintah.
Sementara tingkat kemiskinan di Aceh Barat mencapai 17,60%, jauh di atas rata-rata provinsi Aceh (14,23%) dan nasional (9,03%).
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Marhaban, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengatasi masalah ini.
Menurutnya, perlindungan sosial penting untuk melindungi pekerja rentan dari dampak negatif kecelakaan kerja, seperti santunan kecelakaan, santunan kematian, serta beasiswa bagi anak pekerja rentan yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
“Perlindungan ini diharapkan dapat mencegah peningkatan jumlah masyarakat miskin dari kelompok rentan,” ujar Marhaban.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Barat, Wistha Nowar, juga menyoroti masalah serius yang dihadapi daerah tersebut. Pada tahun 2024, terangnya, angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat mencapai 17,60%, lebih tinggi dari rata-rata Aceh dan nasional.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah, diluncurkan program OPTIMIS (Optimalisasi Perlindungan Sosial Antisipasi Kemiskinan) yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
“Program OPTIMIS ini merupakan inovasi kolaboratif antara pemerintah dan perusahaan swasta yang bertujuan melindungi kelompok pekerja rentan. Dengan adanya perlindungan sosial ini, diharapkan kelompok rentan dapat terlindungi dari risiko-risiko sosial dan ekonomi yang lebih besar,” tambah Wistha.
Dalam acara tersebut, pemerintah Aceh Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Utara memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang telah berkontribusi dalam program perlindungan sosial ini, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam mengatasi masalah pekerja rentan di Aceh Barat. []