Tarek Pukat, Tradisi Menjaring Ikan di Aceh Yang Ramah Lingkungan

January 18, 2024 - 23:38
Nelayan sedang menarik pukat dari laut di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh.Kamis (18/1/2024). FOTO:Taufik Ar Rifai untuk Habadaily.com
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Matahari hampir tenggelam ke ufuk barat, Kamis (18/1/2024) lalu. Amir dan sejumlah rekan-rekannya dengan perlahan menarik pukat dari laut di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh.

Tarek pukat adalah salah satu tradisi menjaring ikan masyarakat Aceh yang sudah turun temurun. Tradisi ini telah dilakoni hampir di seluruh pesisir Aceh sejak masa Kesultanan Aceh pada abad ke-16. Saat menarik pukat, para nelayan berdiri berderatan.

Tali yang melilit di pinggangnya itu berkait dengan tali pukat panjang yang menjulur masuk ke laut. Ini bukan hanya sekedar mencari nafkah, namun juga merawat tradisi. Tarek pukat juga menggambarkan karakteristik masyarakat Aceh yang suka bergotong royong.

Bahkan, tradisi tarek pukat yang dilakoni masyarakat masih tetap dilestarikan, karena selain menjaga warisan budaya, tarek pukat juga dikenal ramah lingkungan.

© 2024 PT Haba Inter Media | All rights reserved.