HABADAILY.COM, Aceh Besar - Panglima Laut Mesjid Raya, Aceh Besar, Sudirman mengatakan, tarek pukat adalah suatu tradisi yang hampir hilang, sehingga pihaknya berusaha menjaga kelestarian tradisi Aceh tersebut.
"Pada tarek pukat ini bisa menggambarkan semangat kegotong royongan diantara para nelayan," kata Sudirman, Minggu (04/09/2023).
Kata Sudirman, Tarek pukat salah satu tradisi yang hampir hilang, maka pihaknya masih berusaha untuk melestarikan tradisi leluhur berupa tarek pukat.
"Rakyat juga mengaku senang dengan adanya kegiatan ini sehingga ia bisa menjaga silahturahminya dengan rekan dan masyarakat sekitar,” ujar Sudirman.
Pj Bupati Muhammad Iswanto, mengaku tarek (tarik) pukat merupakan salah satu tradisi menangkap ikan yang mengambarkan simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Aceh dalam mencari nafkah di pesisir pantai.
"Hal ini tentu harus dilestarikan. Di tengah-tengah maraknya teknologi, sebagian nelayan Aceh lebih memilih cara tradisional dalam menangkap ikan seperti di pantai Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya ini," katanya
Menurutnya, di Aceh tradisi ini dikenal dengan tarek pukat adalah tradisi penangkapan ikan yang legal dan telah dilakoni sejak masa Kesultanan Aceh. "Kalau saya tak salah, ini merupakan warisan dari abad ke-16 dan hampir di seluruh pesisir Aceh, kegiatan ini masih dijalankan para nelayan," ungkap Muhammad Iswanto.