Tidak semua eks GAM merasakan indahnya hidup di alam perdamaian. Banyak dari mereka yang masih didera kemiskinan ekstrim.
HABADAILY.COM — MEMASUKI 17 tahun usia perdamaian Aceh, masih banyak keluarga eks kombatan GAM yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan masih ada keluaraga pejuang GAM yang tinggal di gubuk reot, termasuk di bekas ‘daerah hitam’ seperti pedalaman Kecamatan Jeunieb, Bireuen.
Kemiskinan ekstrim itu pula masih mendera M Nur (37), eks GAM di Dusun Tanjung, Gampong Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb, Bireuen. Dia tak seberuntung teman-temannya dari garis perjuangan yang kini sudah hidup mapan. Dirinya masih tinggal di gubuk reot dan bergumul dengan perihnya kehidupan, sekedar memenuhi kebutuhan perut keluarganya.
“Semenjak Perdamaian RI dan GAM, kami sekeluarga tidak ada yang peduli. Jangankan untuk peningkatan ekonomi, rumah bantuan layak huni saja tidak kami dapatkan,” kata M Nur saat dijumpai media ini, Sabtu (3/12/2022).
Karena itu, lanjut dia, dirinya dan keluarga masih harus bertahan hidup di gubuk yang sebagiannya hanya terbungkus plastik. “Benilah kondisi ‘istana’ kami yang masih jauh dari kategori layak huni,” lirih M Nur, didampingi istrinya, Mutia Wati (38).