Blokir Konten Judi Online, Pemko Banda Aceh Surati APJII dan Provider

Habadaily | Hukum - September 7, 2022 - 10:11
Pemko Banda Aceh Surati APJII dan Provider untuk blokir Online. FOTO. Suryadi KTB

BANDA ACEH | Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh diminta untuk memblokir konten judi online. Pasalnya, maraknya judi online di Banda aceh yang sudah merambah ke ruang publik dan mulai meresahkan masyarakat.

"Fenomena ini bukan hanya tanggung jawab dan menjadi ranah di dinas tertentu saja, kita mengajak dinas lintas sektoral, pelaku usaha ,dan masyarakat untuk sama-sama memberantas judi online ini," Kata Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, pada Selasa (6/9/2022) lalu.

Farid menerangkan, dari sisi regulasi, konsekuensi dari aktivitas judi online ini sudah jelas, yakni Fatwa MPU Nomor 1 Tahun 2016  tentang Keharaman Judi Online dan Fatwa MPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang PUBG.

"Kalau regulasi tentu sudah sangat jelas bagaimana konsekuensi hukum judi online, bahkan jika mengacu kepada UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, bagi yang memfasilitasinya pun bisa dijerat dengan hukuman," jelas Farid.

Sementara itu, Kadis Kominfotik Kota Banda Aceh, Fadhil, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan melayangkan surat ke pihak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pihak provider untuk menutup situs judi online dan konten negatif lainnya.

"Kita sudah menyurati pihak provider di Jakarta bahwa konten-konten negatif khususnya untuk wilayah Banda Aceh harus diblokir," kata Fadhil.

Fadhil menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Satpol PP & WH Banda Aceh untuk melakukan diseminasi akses internet di ruang publik publik, seperti di warkop dan kafe yang bekerja sama dengan provider untuk memperkecil areal jaringan internet sehingga pengguna layanan internet tidak bisa mengakses situs atau konten-konten negatif.

Satpol PP WH Banda Aceh juga sudah memberikan peringatan kepada pihak terkait agar tidak memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan judi. Untuk memberantas ini menurutnya butuh kerja sama antarpihak, seperti pemilik warkop dan pengunjungnya.

"Pelaku judi online ini bukan hanya menyasar pemuda saja, tapi ada juga orang dewasa dan para pekerja yang mengalami kecanduan game judi online berbasis android itu," ungkap Rizal.

Share: