Aparatur Gampong di Bireuen Serap Ilmu Terbarukan Lewat Bimtek dan Pelatihan Life Skill

Habadaily | Daerah - August 21, 2022 - 20:19
Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah gampong (desa) melalui Bimtek dan pelatihan life skill.

Aparatur Pemerintah Gampong asal Bireuen mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis atau Bimtek serta pelatihan life skill guna menyerap ilmu terbarukan dalam menjalankan program pemerintah di tingkat gampong (desa).

Koordinator Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kabupaten Bireuen Abdurrahman Yusuf memastikan pelatihan dan bimbingan teknis atau Bimtek serta pelatihan life skill yang diikuti aparatur gampong tersebut sudah sesuai kebutuhan. Hal itu untuk peningkatan kapasitas aparatur gampong demi sukseksenya program pemerintah yang dilaksankannya.

Abdurrahman Yusuf menegaskan, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah gampong (desa) melalui Bimtek dan pelatihan life skill adalah kegiatan yang tidak bertentangan dengan hukum. "Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah gampong mesti dan harus dilakukan sesuai kebutuhan. Ini tidak bertentangan dengan aturan, baik nasional maupun regulasi di daerah,"  sebut Abdurrahman Yusuf, Minggu (21/8/2022).

Dia menjelaskan, setiap tahun pemerintah membuat program baru yang bertujuan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Karenanya, lanjut dia, aparatur gampong harus banyak belajar agar mampu melaksanakan program yang sudah dibuat pemerintah. “Kalau keuchik (kades) dan aparatur tidak dibekali pengetahuan, bagaimana mungkin program itu diwujudkan?" sambung Abdurrahman.

Terlebih, kata dia, pada 2022 ada program ketahanan pangan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan anggarannya terbatas, sehingga diperlukan tata kelola yang tepat. “Jadi, Bimtek tentang ketahanan pangan bagi keuchik dan Kaur Keuangan yang sedang berlangsung di Jakarta, sesuai kebutuhan program tahun 2022,” paparnya.

Selaku keuchik, Abdurrahman merasa pihaknya dan Kaur Keuangan perlu pengetahuan untuk menyusun kegiatan sampai pelaporan. “Makanya saya sampaikan bimtek dilaksanakan sesuai kebutuhan bagi pengelola kegiatan dan anggaran di desa," tegasnya.

Menyangkut pelaksanaan Bimtek di Jakarta, sebut Abdurahman, hal itu dilakukan karena narasumbernya dari Dirjen Kementerian Keuangan. “Dirjen pada Kementerian Keuangan itu tidak mungkin diundang ke daerah dikarenakan jadwalnya sangat padat. Maka dilaksanakan di Jakarta agar mudah dijangkau oleh narasumber," terangnya.

Sementara terkait pelatihan life skill yang dilaksanakan di beberapa lokasi di Sumatera Utara, kata Abdurrahman, juga program Tahun Anggaran 2022 yang harus dilaksanakan. "Program life skill penting. Sebenarnya program ini sudah dirancang tahun 2020, namun karena kondisi sedang wabah corona maka tidak terealisasi. Sekarang baru terlaksana setelahsituasi mulai membaik atau new normal," katanya.

Dikatakanyya, pelatihan life skill adalah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa. "Terkadang orang tahu life skill, namun tidak tahu maknanya," katanya.

Abdurrahman menjelaskan, life skill itu mendidik masyarakat menjadi tenaga terampil atau profesional sehingga bisa diterima bekerja dan menciptakan lapangan kerja. "Contohnya, ada warga yang dikirim mengikuti pelatihan bidang otomotif. Setelah itu mereka nanti bisa diterima bekerja di bengkel ataupun membuka bengkel sendiri karena sudah punya keahlian," sebutnya.

Dia menilai, pelatihan ketrampilan kecakapan hidup memang sangat penting dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. "Salah satu program utama Bapak Penjabat Bupati Bireuen adalah menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bireuen. Menyahuti tujuan mulia Bapak Bupati tersebut, kami para keuchik sangat siap menyuseskannya," pungkasnya.[]

Share: