Selain suguhan keindahan alam yang memukau, dataran tinggi Gayo juga menawarkan paket wisata yang memacu adrenalin. Antara lain adalah wisata arung jeram (rafting) di Sungai Lukup Badak yang persis berada di kaki Gunung Leuser.
Wisatawan yang sedang liburan ke Aceh Tengah tidak salahnya memasukkan rafting sebagai destinasi yang wajib dicoba. Permainan air ini juga menyuguhkan pemandangan indah sepanjang jalur lintasan.
Aktivitas liburan yang dirasa ekstrem ini dapat dicoba di Sungai Lukup Badak, Desa Kalanare, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Lokasi ini terletak sekitar 7,5 kilometer dari pusat Kota Takengon. Untuk ke sana, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Wisatawan yang ingin mencobanya akan menyusuri sungai dengan air yang dingin sepanjang sekitar 4,5 kilometer. Keseruan bertambah saat traveler melewati beberapa lokasi yang menyuguhkan keindahan dataran tinggi Gayo.
Lintasan rafting yang terletak di kaki Gunung Leuser ini juga sangat ramah untuk wisatawan yang bertamasya bersama keluarga. Para pemandu di sana siap memberikan instruksi kepada peserta untuk melakukan gerakan-gerakan atau mendayung selama berada di atas air.
Keindahan alam Gayo yang terlihat sepanjang aliran sungai dipastikan dapat membuat wisatawan ingin berlama-lama berada di atas perahu karet. Hamparan perkebunan kopi terbentang luas, sawah yang berkotak-kotak menjadi pemandangan yang akan memanjakan mata.
Jika beruntung, sepanjang perjalanan juga dapat melongok hewan-hewan yang muncul dari rerumputan di pinggir sungai. Tentunya, binatang-binatang tersebut tidak boleh diganggu, cukup untuk dilihat.
"Lokasi ini dulunya hanya sungai biasa. Jarang orang berkunjung, namun sejak setahun lalu telah diolah menjadi lokasi rafting, olahraga dayung dengan tantangan menyenangkan. Sejak itu pula lokasi ini sudah mulai ramai dikunjungi," kata Dyah Erti Idawati, istri Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sebuah kesempatan saat dirinya memacu adrenalin di Sungai Lukup Badak.
Selain bagi yang hobi petualangan, Sungai Lukup Badak juga cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati sensasi bermain air. Pemandu mengajak akan mengajak wisatawan naik perahu karet kemudian dibawa ke air dengan arus yang tenang. Di sana, wisatawan dapat bermandi ria, termasuk perempuan dan anak-anak.
Tips Rafting untuk Pemula
Untuk setiap peserta rafting, penyelenggara menyediakan helm dan jaket pelampung. Pilihlah jaket pelampung yang sesuai dengan ukuran badan masing-masing peserta, tidak terlalu ketat ataupun tidak terlalu longgar. Jaket pelampung juga tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat diatur kelonggaranya.
Pemula diingatkan jangan duduk di tengah atau di dasar perahu karet, tetapi duduklah di pinggir perahu karet. Dengan duduk di pinggir perahu karet akan memudahkan peserta dalam menjaga keseimbangan tubuh. Posisi duduk biasanya akan diatur oleh pemandu yang akan disesuaikan dengan berat badan peserta.
Dalam rafting, dayung memegang peranan vital untuk pengendalian perahu. Sebelum melakukan aktivitas arung jeram, tentunya peserta akan mendapatkan pelatihan dari pemandu rafting. Akan diajarkan cara menggunakan dayung yang benar. Teknik menggunakan dayung biasanya berdasarkan posisi peserta duduk di atas perahu karet.
Baik bagi yang sering melakukan aktivitas arung jeram ataupun yang pertama kali, sebelum melakukan rafting, instruktur rafting pasti akan melakukan pengarahan tentang aba-aba rafting. Aba-aba tersebut antara lain “Maju”, “Mundur”. Jika mendapatkan instruksi untuk maju maka peserta akan diminta untuk mengayuh ke arah dalam dari posisinya duduk. Begitu juga sebaliknya, jika diinstruksikan mundur maka peserta diminta mengahyuh dari arah dalam ke luar dari posisi duduk.
Selain itu, ada juga instruksi kanan maju yang artinya hanya sisi kanan yang mengayuh maju atau kiri mundur. Hal ini berguna untuk membelokan perahu ke arah tujuan. Juga aba-aba “stop” yang artinya peserta harus berhenti untuk mengayuh. Aba-aba “pindah kanan” berati orang yang di sebelah kiri perahu pindah tempat duduk ke sisi kanan perahu, begitu juga sebaliknya dengan aba-aba pindah kiri.
Jika peserta mendengar instruksi “boom”, maka peserta akan menghadapi jeram sehingga harus segera mengangkat dayung dan badan menunduk ke arah perahu. Saat itu kuat-kuatlah berpegangan pada perahu agar peserta tidak terjatuh dari perahu.
Jika pun peserta terlempar dari perahu dan terjatuh ke sungai, janganlah panik. Karena peserta sudah memakai jaket pelampung. Arahkan kepala menghadap ke atas dengan posisi kaki terlentang, jangan melawan arus dan jangan membelakagi arus.
Arahkan pandangan ke depan atau ke arah arus dan angkatlah kaki. Ini berguna jika ada batu di depan, peserta dapat menahan dengan menggunakan kaki. Jika peserta terlempar cukup jauh, pemandu akan melempar tali ke peserta tersebut.
Ada saatnya juga perahu terbalik karena arus jeram yang kuat. Jika perahunya terbalik, usahakanlah untuk tetap tenang, karena terdapat celah udara di perahu, keluarlah dari perahu dengan cara menyelam dan Insya Allah tidak sampai celaka.
Tertarik mencobanya, agendakan berwisata ke Sungai Lukup Badak, Aceh Tengah, yang berada persis di kaki Gunung Leuser.[***]