Perjodohan Ala Suku Kreung, Orangtua Siapkan 'Gubuk Cinta' untuk Gadis Remaja
Dalam budaya ini perceraian tidak pernah terdengar, begitupun kata 'pelacur' sama sekali tidak dikenal di kalangan Suku Kreung.
Para gadis perawan dapat memiliki banyak pacar sekaligus di gubuk mereka dan tidak ada perkelahiaan atau kecemburuan jika dia akhirnya hanya memilih satu anak laki-laki dari sekian banyak pilihan. Kekerasan seksual pun jarang terjadi dan pemerkosaan tidak ada. Tentu, kehamilan yang tidak diinginkan terjadi, tetapi biasanya pelamar yang dipilih gadis itu akan membesarkan anak itu seperti anak mereka sendiri.
Anehnya tradisi ini maju dan memercayai wanita remaja untuk membuat keputusan sendiri tentang kesehatan seksual dan kehidupan romantis mereka.
Orang Kreung mengajar remaja mereka bahwa seks adalah bagian alami, indah dari cinta dan asmara. Namun tradisi ini terancam oleh beberapa faktor seperti berhubungan dengan dunia luar melalui teknologi.
Tradisi ini perlahan menghilang karena minoritas menjadi terekspos pada modernisasi dan budaya khmer, di mana seks pranikah tidak terhormat. Menurut sebuah artikel oleh Phnom Penh Post pada Maret 2014, cara keluarga Kreung membangun rumah mereka juga berubah seiring maskyarakat menjadi lebih kaya.