Tim Patroli Leuser Diserang Massa Usai Tangkap Pelaku Pembalakan Liar

September 26, 2021 - 19:28
Petugas Balai Besar TNGL mengamankan beberapa barang bukti kayu di kawasan Leuser. [Dok. Ist]

HABADAILY.COM – Sedikitnya 12 petugas patroli dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser diserang puluhan orang setelah mengamankan enam pelaku pembalakan liar di kawasan hutan lindung Leuser di Tenggulun, Aceh Tamiang, Jumat lalu.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNGL, Adhi Nurul Hadi menyebutkan belasan petugas telah menggelar pemantauan di Tenggulun sejak Kamis (23/9/2021). Keesokan harinya, mereka mendengar suara gergaji mesin di hutan. Untuk memastikan dugaannya, para petugas berpencar jadi dua tim.

Satu tim patroli akhirnya menemukan dua pembalak liar bersama sati gergeji mesin, serta 12 batang kayu olahan jenis meranti batu. Sedangkan satu tim lagi menemukan empat pembalak liar dan 26 batang kayu olahan jenis Medang.

Lokasi pengamanan para pelaku ini, ujar Adhi, jelas berada dalam zona rehabilitasi dan zona rimba kawasan TNGL. Hal itu sesuai peta lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.4039/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 23 Mei 2014 tentang penetapan sebagian kawasan TNGL di Provinsi Sumatera Utara.

Namun, saat akan membawa para pelaku, petugas dihadang 50-an orang di daerah Sei Rambe, petang. Mereka memukuli petugas dan mengambil paksa para pelaku dan barang bukti yang tadinya disita.

“Orang tak dikenal tersebut juga memukul petugas hingga mengakibatkan memar, mereka juga merusak kendaraan petugas,” terang Adhi.

Para petugas dan kelompok tersebut sempat melakukan upaya mediasi di kantor desa Tenggulun, dengan mengikutsertakan kepala desa setempat, Babinkamtibmas Polsek Simpang Kiri dan Babinsa Pos Ramil Tenggulun.

Selanjutnya, proses mediasi dilanjutkan di Polres Aceh Tamiang, sekitar pukul 23.30 WIB. Kedua pihak menandatangani perdamaian, yakni Kepala Desa Tenggulun dengan Ketua Tim Monitoring dan Pendataan Balai Besar TNGL.(*)

 

 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.