HABADAILY.COM—Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2001 – 2004 Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mendukung Universitas Syiah Kuala untuk terus menguatkan perannya sebagai Universitas berbasis riset. Hal ini disampaikan Rokhmin dalam Kuliah Umum yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (20 Januari 2021).
Rokhmin menjelaskan, total potensi sektor kelautan di Indonesia sangatlah besar yaitu bisa mencapai US$1.348 triliun/tahun atau 5 kali lipat APBN 2019. Jika mampu dikelola dengan baik, sektor kelautan juga mampu membuka peluang kerja untuk 45 juta orang atau setara 40{11fdfe7bf3e88e74a3927f0c5eadc56a08d8ddbcc36c0a21cb1d068715a1e701} total angkatan kerja Indonesia.
Hanya saja potensi yang sangat besar tersebut belum tergarap dengan baik. Hal ini terlihat dari kontribusi ekonomi kelautan bagi PDB Indonesia tahun 2018 masih sekitar 10,4{11fdfe7bf3e88e74a3927f0c5eadc56a08d8ddbcc36c0a21cb1d068715a1e701}. Padahal negara lain dengan potensi kelautan yang lebih kecil dari Indonesia seperti Thailand, Korea Selatan, Maldives, Norwegia dan Islandia kontribusinya lebih dari 30{11fdfe7bf3e88e74a3927f0c5eadc56a08d8ddbcc36c0a21cb1d068715a1e701}.
Untuk itulah, Rokhmin menilai peran perguruan tinggi sangatlah penting dalam upaya pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan. Jika ingin sektor kelautan cepat maju, maka seluruh perguruan tinggi harus mengarahkan institusinya sebagai perguruan tinggi berbasis riset.
Oleh sebab itu Rokhmin sangat mendukung USK untuk terus memacu institusinya agar bisa melahirkan inovasi dan teknologi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan.