Berikutnya adalah zona patahan yang juga bisa mengakibatkan gempa bumi. Jika pergerakan patahan melepaskan energi sangat besar, maka tsunami bisa saja terjadi.
Gempa bumi memiliki periode berulang, yang artinya potensi tsunami juga kembali terjadi di masa depan. Kejadian gempa bumi yang mengawali kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 mengingatkan agar memperhatikan sifat periode ulang gempa.
Pentingnya perhatian pada periode gempa juga diingatkan dalam riset Studi Mekanisme Gempa Bumi Aceh 2004 Menggunakan GPS, yang dilakukan Kelompok Keahlian Geodesi ITB. Riset menyatakan adanya akumulasi deformasi sebelum terjadi gempa yang memicu tsunami.
Namun hingga 15 hari sebelum gempa tidak terjadi perubahan yang luar biasa pada permukaan tanah, atau penampakan muka bumi lainnya. Deformasi hanya terjadi dalam ukuran milimeter yang terus terjadi hingga gempa bumi dialami warga Aceh.
Riset-riset selanjutnya membuktikan kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 terjadi pula ratusan tahun sebelumnya. Berbagai studi harus menjadi bekal pentinhnya membina kesadaran dan mitigasi bencana sejak dini.[dtc]