“Kami harus melihat dan menilai secara keseluruhan. Dimulai dari audit, komitmen dari top manajemen, pastikan telah sesuai dengan persyaratan ISO,” terang Solichin.
Menurutnya, sertifikat ISO berlaku selama tiga tahun dan setiap tahunnya akan dilakukan audit ulang. Jika penerima ISO tidak memenuhi standarisasi pelayanan, maka pihaknya akan mencabut sertifikat tersebut. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi, komitmen, dan semangat perubahan agar hal tersebut tidak terjadi.
“ISO ini melihat improvement (perbaikan) yang dilakukan. Jika di tahun berikutnya diaudit tidak sesuai standarisasi, maka akan dicabut (sertifikat ISO),” lanjut Solichin.
Ia berharap Unsyiah mampu mempertahankan ISO yang telah diraihnya. Ini menjadi tugas sekaligus tantangan yang harus dipertahankan. Ia juga berharap setelah menerima ISO, Biro Kemahasiswaan dan Alumni mampu menunjukkan perbedaan dan perubahan, terutama dalam pelayanan kepada mahasiswa. Sebab menurutnya, BKA merupakan garda terdepan Unsyiah dalam menghadapi mahasiswa. Apabila mutu pelayanan yang diberikan tidak sesuai standarisasi dan harapan, maka akan terlihat langsung. Ini dapat menjadi penilaian buruk bagi Unsyiah sebagai institusi.