"Kita saat ini semua membicarakan Covid dan seolah-olah stunting sudah tenggelam. Ini tentu menjadi kewaspadaan bagi kita,"ujar Dyah.
Dalam kesempatan itu, Dyah juga menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan PKK Aceh setahun terakhir untuk menanggulangi terjadinya stunting di Aceh. Di antaranya, kata dia, melaunching rumoh gizi gampong di 18 kabupaten/kota, mensosialisasikan pencegahan dan penanganan stunting serta membangun kerjasama dengan lintas sektor.
"PKK berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang," tutur Istri Plt Gubernur Aceh itu.
Dyah berujar, PKK Aceh memiliki ratusan ribu kader yang tersebar sampai di tingkat gampong. Mereka berperan untuk mewujudkan dan mendukung langkah penangan dan pencegahan stunting di Aceh.
Senada dengan Dyah, Kepala Unicef Aceh Andi Yoga Tama mengatakan isu stunting seperti tampak terabaikan semenjak merebaknya virus corona. Padahal angka stunting masih relatif tinggi baik secara nasional maupun Aceh secara khusus.