HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali menambah jumlah profesor, termasuk ahli rayap terbaik di dunia. Mereka dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat Unsyiah Prof Dr Said Muhammad MA, Kamis (12/12) di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah.
Para profesor yang dikukuhkan adalah Prof Dr M Faisal ST MEng (Fakultas Teknik), Prof Dr Ir Rosnani Nasution MSi, Prof Dr Ir Marlina MSi, dan Prof Syaukani SSi MSc yang ketiganya berasal dari Fakultas MIPA.
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU mengungkapkan kebanggaannya kepada empat profesor baru Unsyiah yang telah berhasil mencapai jabatan fungsional tertinggi di bidang kepakaran yang digelutinya. Hingga saat ini, jumlah profesor di Unsyiah berjumlah 72 orang dengan jumlah terbanyak di Fakultas Teknik 19 orang, disusul Fakultas Pertanian 12 orang.
Walau laju pertumbuhan profesor di Unsyiah semakin membaik, tetapi menurut Rektor penambahan ini belum memuaskan. Sebab hingga saat ini, jumlah profesor di Unsyiah masih berada di angka 4,5 persen dari jumlah dosen secara keseluruhan. Salah satu penyebabnya karena beberapa profesor memasuki masa purnabakti dan adanya penambahan dosen baru di beberapa program studi yang memperbesar faktor pembagi.
Meski demikian, segala upaya tetap dilakukan Unsyiah untuk mencapai target 200 profesor dalam dua atau tiga tahun ke depan. Terlebih lagi Unsyiah berupaya masuk dalam jajaran 10 besar PTN terkemuka di Indonesia, 200 besar Asia, dan 1.000 besar di dunia. Untuk itu, Rektor menaruh harapan besar kepada keempat profesor baru ini untuk berkontribusi optimal bagi Unsyiah. Salah satunya berpartisipasi aktif dalam membantu Unsyiah meraih nilai akreditasi unggul.
Rektor menyebut Prof. Marlina merupakan salah satu di antara 12 profesor perempuan di Unsyiah. Ia bergelut di bidang ilmu kimia, khususnya membrane polimer. Fokus kajian ini menurut Rektor berkembang pesat di dunia, tetapi tidak di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena bahan baku pembuatan membran sintetik umumnya berasal dari bahan turunan minyak bumi yang harganya relatif mahal. Hasil penelitian Prof. Marlina membuktikan jika membran yang dihasilkan dari bahan alam dapat digunakan secara efesien untuk berbagai tujuan, salah satunya penjernihan air kotor dan air payau menjadi air bersih.