Fachrul mengatakan berdasarkan sejarah, cara paling efektif menghancurkan Islam adalah dengan cara mengadu domba. Karena itu, ia berpesan agar civitas akademika UIN Ar-Raniry selalu bersatu dan bergandengan tangan mengembalikan kejayaan peradaban Islam melalui dunia pendidikan.
"Nama kampus UIN Ar-Raniry ini dinisbatkan dari nama ulama Aceh yang mendunia, jadi sudah seharusnya UIN Ar- Raniry harus melesat lebih cepat untuk menjadi kampus yang unggul di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara," ujar Menag.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama meminta agar generasi cinta agama terus dikembangkan. Karena itu, ia meminta kepada seluruh perguruan tinggi Islam menjadi garda terdepan menjaga keutuhan ajaran Islam yang memberi rahmat kepada seluruh alam serta menjaga kesatuan negeri.
"Selain itu, ada hal yang ingin saya sampaikan, kami ingin bergerak cepat, kami juga ingin ASN menjadi ujung tombak dalam menegakkan disiplin dan menjadi ujung tombak membangun wawasan kebangsaan, dan melakukan upaya deradikalisasi," tutur Menag.
Kedatangan Menteri Agama di UIN Ar-Raniry disambut oleh Rektor Warul Walidin dan sejumlah ulama Aceh. Selain bersilaturrahmi, Menag juga meresmikan dua gedung baru kampus tersebut, antara lain, Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan dan Gedung Laboratorium UIN Ar-Raniry.[]