Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengharapkan dengan terselenggaranya event ini, bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Aceh. Tujuannya, mempromosikan Aceh khususnya alat musik perkusi rapai kepada dunia.
“Rapai merupakan instrument perkusi khas Aceh memiliki nilai tinggi. Namun, butuh usaha untuk mengenalkannya ke pasar dunia. Selain itu, dengan mengapresiasi kesenian, khususnya perkusi modern dan tradisional Aceh, akan menjadi salah satu cara menghilangkan sekat pemisah yang menjadikan kesan kuno pada tradisi. Masing-masing memiliki kelebihan dan nilai sendiri. Dan, rapai, layak menjadi salah satu instrument perkusi dunia,” jelas Jamaluddin.
Sasaran dilaksanakan program ini agar memantik antusias masyarakat Aceh menggalakkan kembali seni dan budaya daerah. Selain itu, memicu semangat kawula muda dan masyarakat umum lebih mengenal serta belajar mengenai kesenian musik tradisional yang berhubungan dengan perkusi modern atau tradisional.
“Sasaran lainnya yakni menyuguhkan penampilan kolaborasi perkusi modern dan tradisional mengandalkan gemuruhnya suara perkusi serta menggali minat, potensi, dan kreativitas pecinta musik perkusi Aceh. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Jamaluddin.(*)