HABADAILY.COM - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengusulkan Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologis (TAPE) di Aceh. Transfer anggaran tersebut sengaja dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan di daerah tersebut.
Usulan ini disampaikan sejumlah LSM yang diwakili GeRAK, MaTA, Walhi Aceh, LBH Banda Aceh, Yayasan HAkA dan JKMA serta perwakilan The Asia Foundation (TAF) saat bertemu dengan DPR Aceh dan Bappeda, Jumat (26/10/2018). Pertemuan yang fokus membahas terkait persoalan ekologi tersebut dilakukan di dua tempat terpisah. Pertemuan pertama berlangsung di ruang pimpinan DPR Aceh yang langsung disambut Ketua Dewan, Muharuddin. Selanjutnya, pertemuan berlanjut dengan Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan di ruang kerjanya.
Perwakilan TAF, Alamsyah Putra menyampaikan skema TAPE ini penting dilaksanakan pemerintah agar dapat menyelamatkan lingkungan dan mencegah terjadinya degradasi serta deforestasi.
Dalam pertemuan tersebut, Alam menjelaskan, TAPE merupakan transfer dana dari pemerintah provinsi ke kabupaten/kota berbasis pada kinerja dalam menjaga lingkungan. Sementara indikator yang dilihat adalah tutupan hutan dan perubahan tutupan hutan.

Terkait sumber dana TAPE, kata Alam, dapat dimasukkan dalam formulasi pengelolaan dana Otsus Aceh, Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) Minyak dan Gas, serta melalui Bantuan Keuangan Provinsi ke Kabupaten/kota, seperti bantuan hibah dan sosial.