Pembangunan Jembatan Pangee Rp 13,5 Miliar Memprihatinkan

July 22, 2018 - 14:18
Kondisi Jembatan Pangee di Aceh Utara | Dok DPR Aceh
1 dari 2 halaman

HABADAILY.COM – Tim Panitai Khusus (Pansus) Daerah Pemilihan (Dapil) V DPR Aceh, menyayangkan pembangunan jembatan Rayeek Pangee, Desa Rayeek Pange, Matang Kuli, Aceh Utara. Selain belum selesai dikerjakan rekanan, pengerjaan jembatan itu juga tidak dilanjutkan di tahun 2018. 

Hal itu diketahui setelah wakil rakyat turun langsung melihat kondisi jembatan berkomposit 78x9 meter dengan anggaran Rp 13,5 miliar sumber APBA 2017 tersebut.  Dua unit abutment, pilar, lantai bentang dan pemasangan gilder belum selesai dikerjakan.

“Kondisi pekerjaannya sangat memprihatinkan, terbengkalai dan tidak dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2018 ini,” kata Tim Pansus Dapil V pada Sidang Paripurna Pansus 2018 di Geudang DPRA menyikapi LHP BPK dan LKPJ Gubernur Aceh tahun anggaran 2017.

Susunan personalia Tim Pansus Dapil V DPRA diketuai Abu Bakar A. Latif, wakil ketua Fakhrurrazi H. Cut, sekretaris Muhammad Isa. Dengan anggota: Sulaiman, SE, MSM, Tgk. Azhari, S.IP, Ermiadi Abdul Rahman, ST, Tarmizi, Drh. Nuraini Maida, T. Rudi Fatahul Hadi, SH.I, Ir. H.T. Hasdarsyah, Dedi Safrizal dan Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I.

Disebutkan, pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp. 13.533.349.000 itu  dikerjakan oleh PT. Ira Mandiri, namun laporan diterima status pengerjaannya sudah putus kontrak dengan perusahaan itu. Tim Pansus menyayangkan pekerjaan pembangunan jembatan Rayeek Pangee karena telah menelan biaya banyak tetapi pengerjaannya tidak dilanjutkan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.