HABADAILY.COM – Sejak dibukanya Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan di Wilker Langsa, tercatat selama Mei hingga Juli 2018, sebanyak 250 ton hasil perikanan dari wilayah Langsa terverifikasi.
"Ini dampak positif yang terjadi dari terbentuknya BKIPM Wilker Langsa sejak Mei lalu," kata Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan, ketika dikonfirmasi Jumat (20/07/2018).
Dijelaskannya, dari 250 ton yang merupakan hasil perikanan dari wilayah setempat dan beberapa wilayah tetangga seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang, lebih didominasi jenis ikan tongkol.
"Lebih dominan ikan tongkol, ada yang lain seperti kepiting, benih kerapu, udang dan lainnya. Dengan begini, tidak ada lagi yang namanya "Ikan punya Aceh, wilayah lain punya nama"," kata Diky.
BACA: Ikan dan Sarana Perikanan Diperiksa Kelayakan
Pihaknya berharap, hal ini dapat terus bertahan dan berlanjut hingga kedepan. Diharapkan juga untuk wilayah lainnya dapat melakukan hal yang sama, seperti baru akan dibentuknya BKIPM Wilker Aceh Singkil.
"Kita berharap Aceh Singkil bisa seperti Langsa. Selama ini, produk hasil perikanan di wilayah seperti Langsa dan sekitarnya tidak terdata karena tidak tersertifikasi, jadi karena sudah ada BKIPM Wilker Langsa, semua sudah terdata," ungkapnya.[jp]