HABADAILY.COM - Ketua Forum Keuchik Kota Sabang, Adnan Hasyim menghimbau kepada semua pihak untuk mendukung rencana Pemerintah Kota Sabang dalam melakukan revitalisasi sejumlah kawasan perkotaan.
Karena hal tersebut dianggap penting setiap melakukan penataan kembali pada suatu kawasan yang tujuannya lebih kepada memperindah dan menghilangkan kesan kumuh.
"Proses revitalisasi sebuah kawasan diketahui bukan saja mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial.Tapi revitalisasi juga kerap kepada pembongkaran yang selama ini memberi kesan kumuh serta berdampak pada merusak keindahan kota," kata Adnan Hasyim kepada wartawan, kemarin.
Karenanya, kepada masyarakat diminta harus mengerti dan bisa memahami tujuan dari revitalisasi yang dilakukan Pemerintah daerah. Kota Sabang saat ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang sudah dikenal bukan saja Nasional tapi juga sudah Internasional.
Sehingga dibutuhkan perubahan dalam melakukan penataan kawasan untuk bisa memberikan perubahan rasa nyaman dan amam dalam menarik para wisatawan yang datang berkunjung.
"Jadi jangan pernah ada pihak-pihak yang sengaja mempolitisir keadaan dengan maksud memprovokasi tanpa terlebih dahulu melakukan kroscek, atau mencari tahu dulu yang sebenarnya.Alangkah baiknya, siapapun dia, siapapun orangnya, sebelum membuat pernyataan coba lebih dahulu bertabayun, sikap itulah seharusnya dilakukan, ini baru benar," kata Yah Nan.
Menurutnya, ada beberapa tempat dilakukan pembongkaran yang sifatnya sementara hanya untuk direnovasi setelah itu akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya, dan ini khusus bagi pemilik yang sudah memiliki sertifikat.
Sementara terhadap para pedagang liar yang tempat lapaknya dibongkar akan direlokasikan ke tempat lapak baru yang sudah disediakan oleh Pemerintah daerah dipusatkan di gedung baru Pasar Sore, Gampong Kuta Barat."Dan ini setahu saya diprioritaskan bagi mareka yang sudah lama berdomisili dan memiliki KTP Sabang,” tambah Yah Nan.
Persoalan sekarang adalah terhadap warga luar Sabang atau para pendatang, mereka tidak mau tahu begitu ada lahan kosong langsung tempel buat bangunan yang akhirnya hampir disepanjang jalan Malahayati tepatnya di depan Kantor Adpel terus bermunculan lapak kumuh.
“Jjadi wajar saja kalau sekarang ini lapak-lapak tersebut dibongkar untuk dilakukan revitalisasi, program Inilah yang harus kita dukung," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada prinsipnya Ia bersama pra Keuchik se Kota Sabang sangat mendukung apa yang telah diprogramkan Pemerintah daerah terhadap revitalisasi ini untuk menjadikan Kota Sabang ke arah lebih baik lagi.
Terlebih lagi bila dilihat sekarang antara Pemko Sabang, BPKS dan Gubernur Aceh sudah sangat baik dalam bekerja dan saling koordinasi untuk membawa perubahan Kota Sabang.
“Dukungan ini dapat kita lihat dari alokasi dana Otsus untuk revitalisasi kawasan perkotaan yang dilakukan sekarang ini, kalau kita hanya berharap dari dana PAD kita, tentu tidak akan cukup membangun Sabang karena biaya yang dibutuhkan sangat besar, makanya saya melihat Gubernur Aceh saat ini sangat antusias sekali terhadap Sabang,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah kawasan perkotaan di Sabang akan segera dilakukan revitalisasi. Hal tersebut bertujuan untuk menata kembali kawasan pusat Kota wisata agar terlihat lebih rapi dan tertata dengan baik.
Adapun daerah yang akan direvitalisasi itu antara lain pelebaran koridor jalan menuju pelabuhan Sabang Marina Bay akan dibangun area parkir, tugu Merah Putih dan pusat kuliner disekitar pelabuhan Sabang.
Program ini sebagai wujud Pemerintah untuk menjadikan Kota Sabang sebagai pintu gerbang menuju Internasional dimana pulau yang dijuluki Kota Seribu Benteng ini akan memanjakan wisatawan lokal dan asing saat berada di pusat Kota Sabang. [ril]