DATA BMKG 10 Desember 2019
Pemerintah Aceh

The Light of Aceh Meriahkan Indonesia Festival di Canberra

The Light of Aceh Meriahkan Indonesia Festival di Canberra

Promosi pariwisata Aceh di Canbera, Australia

HABADAILY.COM—Pemerintah Aceh mengikuti ajang promosi di Canbera, Australia, dalam even bertajuk ‘Indonesia Festival 2019’ yang berlangsung pada Sabtu, 16 November 2019.

Event pameran ini dilaksanakan setiap tahun di kompleks Kedutaan Indonesia di ibukota negeri kangguru tersebut. Festival ini dihadiri hampir 6000 penduduk Australia sebagai ajang promosi produk, pariwisata dan budaya Indonesia di Australia.

Festival Indonesia dibuka resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Krisarto Soeryo Legowo. Dalam sambutanya ia mengatakan Festival Indonesia adalah ajang budaya, promosi wisata dan kesenian dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Sementara Menteri Multikultur Pemerintah Lokal Canberra, Crist Stell mengatakan bahwa Festival Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan  ragam pesona dan kekayaan budaya di Australia dari berbagai bangsa.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, T Ahmad Dadek. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa rakyat dan Pemerintah Australia telah banyak membantu rakyat Aceh untuk bangkit kembali pasca tragedi bencana tsunami 15 tahun lalu.

Dadek juga menjelaskan tentang filosofi dan perkembangan Tari Saman yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya takbenda dunia. Di kesempatn itu, ia mengundang wisatawan Australia untuk datang ke Sabang menikmati pesona alam dan budaya, seperti diving, freediving, dan lainnya. “Berkunjung ke Aceh, para wisatawan dapat menikmati citarasa kopi terbaik di dunia yang dihasilkan dari dataran tinggi Gayo, dan ragam kuliner juga wisata sejarah di Aceh Besar dan Banda Aceh serta sebagai obyek wisata menarik lainnya di Aceh,” ungkap Dadek.

Dalam even tersebut, Aceh juga menampilkan ragam hasil UKM dan produk lokal, seperti tas, kopi, minyak sere, dll serta produk pariwisata dan tarian saman unik lainnya, seperti seudati dan rapai saman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin SE MSi Ak mengatakan tarian saman, seudati dan rapai geleng berhasil memukau para pengunjung di arena Festival Indonesia. Masyarakat Australia juga memadati booth Aceh yg juga kita manfaatkan utk mempromosikan pesona wisata Aceh.

"Kami berharap dengan memperkenalkan budaya dan pesona wisata aceh, dapat menambah jumlah wisatawan Australia yg berkunjung ke Aceh, " sebut Jamal.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru