BPKS Targetkan Sabang Disambangi 150 Kapal Layar

Redaksi - habadaily
27 Apr 2019, 19:26 WIB
BPKS Targetkan Sabang Disambangi 150 Kapal Layar

BADAN Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menargetkan pada tahun 2019 daerah tersebut akan disambangi sebanyak 150 kapal layar (yacth) dari berbagai negara.

"Kita patut bersyukur dalam empat tahun terakhir kunjungan kapal-kapal pesiar (cruise) dunia dan Kapal layar (yacth ) ke Sabang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya," kata Plt Kepala BPKS, Razuardi di sela-sela Sabang Marine Festival yang diselenggarakan di CT I Sabang. Acara itu dibuka Walikota Sabang Nazaruddin.

Plt Kepala BPKS Razuardi

Razuardi menjelaskan, Sabang Marine Festival yang berlangsung di Sabang, saat ini sudah dikunjungi  23 yachts yang berasal dari sepuluh negara, yakni dari Belanda, Malaysia, Australia, Francis, Alaska,   Kanada, Inggris, USA, Jerman, dan Belgia. "Sebagian juga masih dalam perjalanan menuju Sabang untuk amdil bagian dalam Sabang Marine Festival yang diselenggarakan di kota ini," katanya.

Dia menyebutkan, Sabang Marine Festival 2019 yang berlangsung dari tanggal 26- 30 April 2019 merupakan kegiatan Marine Festival V yang sebelumnya sudah diselenggarakan di tahun 2015, 2016, 2017, 2018.

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, kata Razuardi, Sabang Marine Festival 2019 terfokus pada tiga desa wisata dalam rangka memperkenalkan budaya, art, kuliner dan keunikan lainnya. Kemudian juga dimeriahkan Parade Marching Band, Parade Motor Show, Parade Yachts, Sabang Fun Bike dan Fun Walk, Sabang dan Banda Aceh City Tour.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani

Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Aceh, Rahmadhani mengatakan Pemerintah Aceh melalui Disbudpar mendukung penuh pelsanaan Sabang Merine Festival 2019. Dukungan tersebut, antara lain meliputi publikasi dan kegiatan city tour yang akan berlangsung di Banda Aceh pada 30 April mendatang.

“Kegiatan ini tidak hanya membawa mereka untuk berkeliling Kota Banda Aceh saja, tapi kita ingin menyampaikan pesan bahwa Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh ini memberikan banyak pesona wisata, budaya, dan sejarah kepada yachter yang akan hadir di Banda Aceh nantinya,” ungkap Rahmadhani.

Kemudian, lanjut dia, mereka juga akan disuguhkan tarian-tarian penyambut tamu dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. “City Tour ini juga bagian dari upaya kita untuk menyampaikan pesan bersama bahwa masyarakat Aceh orang yang berbudaya dan masyarakat yang bisa melayani tamunya dengan kebaikan dan keramahan,” katanya.

Walikota Sabang Nazaruddin

Sementara itu, Wali Kota Sabang Nazaruddin menyatakan untuk membangun dan menoptimalkan potensi pariwisata di daerah tersebut membutuhkan sinergisitas semua lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta pihak swasta lainnya.

"Sabang ini sangat bagus, pemandangan bawah lautnya indah dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan ditingkatkan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Nazaruddin.

Menurut dia, untuk memajukan Kota Sabang khususnya di sektor pariwisata, sudah saatnya semua pihak untuk saling bersinergi dan melakukan sikronisasi terhadap program-program yang akan dijalankan. "Artinya, jika masih jalan sendiri-sendiri, maka upaya memajukan Sabang pasti tidak akan terwujud," katanya.

Karena itu, orang nomor satu di Kota Sabang tersebut mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengusahaan Perdagangan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), untuk menggarap berbgai objek wisata di daerah setempat.

Nazaruddin menambahkan, Sabang yang merupakan pulau yang terletak di ujung paling barat Indonesia ini memiliki banyak potensi pariwisata baru yang dapat dikembangkan, seperti wisata religi dan sejarah.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menambahkan, pihaknya akan terus mendatangkan kapal-kapal yacht dari berbagai negara ke Pulau Sabang. “Kita akan mendatangkan kapal-kapal yacht ke sini, karena Sabang layak untuk dikunjungi oleh para yachter dunia,” katanya.

Untuk mendatangkan para yachter ke Aceh, sebut dia, maka pihaknya mengelar event-event strategis, salah satunya adalah even wisata bahari seperti  Free Daiving dan Sabang Merine Festival.

“Intinya, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar mendukung penuh kegiatan Sabang Merine Festival yang digelar ini. Antara lain, melancarkan publikasi festival tersebut kepada masyarakat internasional,” ungkapnya.

“Harapan kita ke depan, Aceh tidak hanya dikenal dan dikunjungi oleh para yachter, tapi mereka akan menyampaikan pesan kepada masyarakat dunia bahwa Aceh layak dikunjungi oleh siapa pun. Selain menawarkan beragam destinasi wisata, Aceh juga memiliki catatan sejarah panjang yang perlu diketahui oleh masyarakat internasional,” tandanya.(***)

Loading...