'Wisata Gelap' Media Efektif untuk Mitigasi Bencana

Redaksi - habadaily
25 Des 2018, 13:34 WIB

HABADAILY.COM - Mempromosikan Aceh sebagai pariwisata kenangan atau yang biasa disebut "Dark Tourism" (Wisata Gelap), tidak hanya berarti mengkomersilkan atau mengeksploitasi penderitaan rakyat Aceh semata-mata untuk tujuan bisnis. Namun, ini akan menjadi media efektif untuk menunjukkan kepada wisatawan global tentang kekuatan, ketahanan, dan kesabaran orang Aceh selama masa sulit di masa lalu. 

"Ini juga merupakan media yang efektif untuk berbagi kisah langsung atau pelajaran yang didapat dari pengalaman bencana masa lalu tentang cara menjelajahi, cara mengatasi bencana, dan membangun kembali masyarakat yang dilanda bencana dengan menunjukkan kepada penduduk apa yang terjadi di masa lalu," ungkap Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani, Selasa (25/12/2018).

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani | Ist

Hingga saat ini, kata dia, pariwisata memori telah menjadi pasar relung baru untuk tujuan wisata dan menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi para pemain pariwisata di Aceh. Di mana, kata dia, secara mengejutkan banyak di antara mereka yang selamat dari Tsunami masa lalu dalam rangka meningkatkan mata pencaharian pascabencana mereka.

"Bisnis pariwisata yang dijalankan oleh mereka bervariasi dari agen perjalanan, manajer kafe dan restoran, manajer akomodasi, manajer resor wisata, pemandu wisata, operator tur hingga penyelenggara acara," katanya.

Museum Tsunami Aceh sebagai ikon penting tsunami atau wisata memori dan situs-situs lain yang berkaitan dengan tsunami sejauh ini telah berubah menjadi tempat wisata populer di antara para pengunjung, "di mana ingatan kuat akan bencana Tsunami Samudra Hindia di masa lalu masih bertahan."[bna]

Loading...