DATA BMKG 20 Januari 2021
Rangkaian Gamifest 2018

Gayo-Alas Cocok Dijadikan Geopark

Gayo-Alas Cocok Dijadikan Geopark

HABADAILY.COM – “Saya usulkan tanah Gayo sebagai destinasi geopark. Saya pikir tanah Gayo-Alas bisa diusulkan untuk destinasi itu, apalagi kita punya danau Lot Tawar, Burni Telong dan lainnya," kata Asisten Deputi Destinasi Wisata Zona II Kementrian Pariwisata RI, Reza Fahlevi.

Pernyataan ini disampaikan mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh ini  pada pembukaan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018, Jumat malam (14/9/2018) di lapangan Musara Alun, Takengon, Jum'at (14/09/2018) malam.

Usulan Reza memang bukan tidak memiliki alasan yang kuat. Gayo-Alas merupakan kawasan dataran tinggi Aceh yang berada di punggung pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Memiliki suhu udara yang sejuk, alam yang masih asli dan sejumlah warisan ekologi yang telah tersedia oleh alam.

Ada empat kabupaten kota yang bisa dijadikan destinasi geopark, karena memiliki distinasi wisata alam. Bentang alam yang tersedia, sangat cocok dijadikan geopark. Seperti yang ada di Amerika Serikat yang berada di Wyoming, Idaho dan Montana.

Geopark (Taman Bumi) banyak tersedia di dataran tinggi Gayo. Adanya danau Lot Tawar yang memiliki pesona yang indah. Gunung Burni Telong yang memiliki ketinggian sekitar 2.885 meter di atas permukaan laut, sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata adventure.

Ada juga sungai yang memiliki arus cukup mumpuni di Gayo Lues untuk arung jeram. Dan sejumlah objek wisata alam lainnya yang tersedia.

Menurut Reza, ada sejumlah keindahan yang berupa warisan geologis, keindahan alam dan budaya yang berkembang di Gayo-Alas. Taman Bumi ini nantinya dapat dipergunakan warisan geologi yang berkelanjutan. Sehingga bisa menjadi wisata edukasi setiap wisatawan yang berkunjung.

“Tanah Gayo tidak hanya memiliki bentang alam cocok dijadikan geopark, juga memiliki seni, budaya dan hasil alam yang berlimpah,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, selaku putra daerah dan pimpinan pemerintah Aceh menyambut baik usulan dari pemerintah. Melalui GAMIFest 2018 ini bisa menjadi jalan masuk untuk mengembangkan distinasi pariwisata, apa lagi dataran tinggi Gayo sudah masuk dalam distinasi wisata di Indonesia.

“Insya Allah, Gayo – Alas akan berkontribusi besar menjadikan Aceh sebagai   salah satu tujuan wisata terbaik di Indonesia, sekaligus sebagai lokasi investasi menjanjikan di masa depan,” kata Nova Iriansyah.

Katanya, tak hanya wisata alam yang tersedia. Semakin menarik untuk dijadikan Geopark jua memiliki seni dan budaya tradisonal yang unik. Bahkan ada yang sudah mendunia, yaitu tari Saman yang sudah diakui Unesco.

“Budaya dan pertanian akan memberi dampak besar bagi kemajuan Aceh, khususnya Gayo-Alas,” tegasnya.

Gayo-Alas tersedia tanah yang subur, suhu udara yang sejuk juga menyimpan potensi pertanian hortikultura seperti kopi dan sayur-mayur. Hampir 80 persen jenis kopi Arabika Indonesia diproduksi di daerah ini. Tidak heran jika kopi merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat daerah ini, selain komoditi hortikultura lainnya.

Rangkaian GAMIFest 2018 menjadi pintu gerbang menjadikan Gayo-Alas sebagai kawasan dynamic agro- ecology dan penggerak ekonomi hijau (Green Economy). Setidaknya ada tiga jenis   pengembangan kawasan yang akan ditingkatkan di daerah ini, yaitu Agro Forestry, Agro Industry dan Agro Tourism.

GAMIFest ini merupakan momen untuk memulai rancangan tersebut. Apalagi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Gayo- Alas termasuk destinasi wisata yang akan dikembangkan secara nasional.

“Oleh karena itu langkah-langkah percepatan pembangunan di daerah ini akan lebih ditingkatkan di masa depan,” pintanya.

Dengan demikian, GAMIFest 2018 menjadi tonggak sejarah bagi   dimulainya pembangunan Gayo-Alas secara intensif  dan berkesinambungan.[acl/***]

Komentar
Terbaru