DATA BMKG 20 Januari 2021
Rangkaian Gamifest 2018

GAMIFes, Lomba Perdana Tompel Memacu Kuda

GAMIFes, Lomba Perdana Tompel Memacu Kuda

Fiska Hafiz alis Tompel | Habadaily.com

HABADAILY.COM – Fiska Hafiz, joki cilik berusia 13 tahun tampak santai sebelum menguji adrenalin di lapangan pacu kuda perdananya setelah lama berlatih.

Ia bersama kuda yang akan dipacu berdiri di kandang kuda, belakang panggung utama lapangan pacu kuda Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (17/9/2018). Tompel tampak sibuk bersama kuda kesayangannya.

Kepala kuda miliknya yang diberi nama Paraboy dielus-elus pelan. Sesekali ia tatap mata kuda, kembali dielus. Kuda tampak akrap dengan Tompel. Sedangkan rekannya sibuk membersihkan badan kuda dengan sikat khusus.

Bagi Tompel, hari itu merupakan pengalaman bersejarah baginya. Kenapa tidak, setelah berlatih sejak satu tahun terakhir. Kini ia mencoba untuk membuktikan kebolehannya.

“Sejak satu tahun sudah berlatih,” cerita Tompel 

Dataran tinggi Gayo memang cukup dikenal dengan perlombaan pacu kuda tradisional. Setiap perayaan hari-hari besar nasional dan lokal, selalu diselenggarakan perlombaan pacu kuda.

Pacu kuda, bagi masyarakat dataran tinggi Gayo sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun menurun. Hampir semua pemuda di dataran tinggi Gayo, bisa menunggang kuda. Meskipun tidak bisa menjadi Joki, setidaknya tak asing dengan olahraga ekstrem ini.

Tompel misalnya, dia mengaku sejak kecil sudah berkeingan menjadi Joki. Sehingga ia pun meminta kepada orang tuanya untuk bisa berlatih menunggang kuda. Kedua orang tuanya pun merestui keinginannya.

Tompel memang sedikit pendiam. Dia cukup irit bicara. Justru lebih banyak tersenyum. Namun Joki cilik yang hendak masuk kelas satu Sekolah Menengah Pertama ini, bertekad menjadi joki profesional nantinya.

Baginya, perlombaan pacu kuda yang dihelat untuk memeriahkan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 ini. Bisa menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan. Ia cukup berkeinginan mengharumkan nama Takengon melalui pacu kuda.

“Gak takut, karena memang sudah biasa. Saya ingin jadi Joki memang,” tukasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus mengatakan, even pacu kuda ini bisa memberikan semangat bagi peternak kuda untuk merawatnya dengan baik. Sehingga kedepannya, Aceh Tengah bisa menjadi pusat produser kuda.

"Kedepan Aceh Tengah harus jadi produser kuda, selama ini beli mahal dari luar, jadi sekarang harus jadi produser kuda, akan dibeli mahal dari kita. Pacuan kuda harus mengakomodir kepentingan masyarakat," kata Firdaus pada pembukaan pacu kuda.

Firdaus berharap, pacu kuda ini bisa berkontribusi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Khususnya bagi yang memelihara kuda di Takengon. Kedepan Aceh Tengah akan menjadi pusat perdagangan kuda yang baik, khususnya kuda lokal yang dimiliki di dataran tinggi Gayo.

Dia juga meminta pacu kuda tidak menjadi ajang melanggar syariat Islam. Tidak ada yang berjudi saat pacu kuda. Karena tidak sesuai dengan adat dan istiadat Gayo dan juga melanggar syariat Islam

"Tidak boleh ada yang bermain judi," tukasnya.

Tompel ketika berloma di GAMIFestival 2018 

Sedangkan pesan Wakil Bupati kepada joki, agar setiap bertanding selalu sportif. Tidak boleh ada yang berlaku curang saat sedang bertanding. “Kedepankan sportifitas saat bertading,” imbuhnya.

Pada perlombaan pacu kuda kelas muda ini. Tompel memang tidak mendapatkan juara. Tompel tertinggal di belakang. Dari lima kuda yang ikut lomba, Tompel hanya mampu mengekor paling belakang.

Namun, bagi Tompel, setidaknya ia sudah mencoba aura perlombaan sebenarnya. Ia mengaku akan terus berlatih agar bisa meraih prestasi masa yang akan datang. [jp/***]

Komentar
Terbaru