DATA BMKG 20 Januari 2021
Rangkaian Gamifest 2018

Pawai Budaya Bertemakan Kopi dan Lingkungan di Takengon

Pawai Budaya Bertemakan Kopi dan Lingkungan di Takengon

HABADAILY.COM – Pawai budaya Gayo-Alas disaksikan ribuan warga belangsung meriah dalam rangka Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 yang dipusatkan di Takengon, ibu kota Kabupaten Bener Meriah, Minggu (16/9/2018).

Peserta pawai budaya ini melibatkan 500 peserta mewakili empat kabupaten di dataran tinggi Gayo Alas, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Pawai dilepas di depan kantor Gubernur Aceh disaksikan ribuan warga. Ada beragam kreativitas ditampilkan dalam pawai tersebut bertemakan budaya, kopi dan lingkungan.

Peserta pawai memanfaatkan daun kopi untuk menghiasi pakaian sebagai aksesoris. Ada juga yang menggunakan kartun bekas, koran bekas dan sejumlah kreatifitas dan budaya yang berkembang di dataran tinggi Gayo-Alas.

Sepanjang jalan protokol kota Takengon warga sudah berkerumun di pinggir jalan untuk menyaksikan pawai budaya sejak pagi. Warga juga tak lupa mengabadikan momen ini dengan menggunakan kamera smartphone masing-masing.

Seorang warga, Ema mengaku cukup terhibur dengan adanya pawai ini. Terutama ada pakaian adat yang ditampilkan dan sejumlah kreativitas lainnya.

 "Senang dengan adanya budaya seperti ini, sengaja datang untuk melihat," kata Ema.

Ema mengaku pawai seperti ini baru pertama dilihat dan diharapkan akan ada kegiatan seperti ini kedepannya. Sehingga budaya dan adat yang ada di Gayo bisa dikenal oleh banyak orang.

"Senang dan budaya tampak ramai. Baru pertama lihat ini. Harapannya budaya Gayo bisa dikenal masyarakat luar," ungkap Ema.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tengah, Khairuddin Yoes mengaku, ini bagian dari rangkaian GAMI Fest 2018 diselenggarakan pawai budaya.

Pengambilan tema budaya, kopi dan lingkungan, sebutnya, karena kondisi alam dengan masyarakat di dataran tinggi Gayo-Alas sudah menyatu. Sehingga pemerintah menilai pawai budaya perlu memperkenalkan khasanah dan budaya yang berkembang di dataran tinggi Gayo-Alas.

“Masyarakat Gayo-Alas itu tidak bisa lepas dari alam, kopi dan juga lingkungan. Karena semua warga di sini petani,” kata Khairuddin Yoes.

Katanya, melalui pawai budaya ini penting untuk kampanyekan untuk menjaga lingkungan. Karena ini berkaitan dengan pesona alam yang dimiliki di dataran tinggi Gayo, bisa dijadikan destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Lingkungan kita kaitkan dengan pesona alam, pesona pertanian, pesona budaya, bagaimana lingkungan adat istiadat kita, bagaimana lingkungan alam kita, kita kombinasikan semua dan inilah yang kita perkenalkan keluar, khususnya dataran tinggi Gayo –Alas dan umumnya Aceh,” imbuhnya.

Menurutnya, membangun ekonomi masyarakat dataran tinggi Gayo-Alas tidak bisa lepas dari kopi. Apa lagi kopi Gayo sudah dikenal hingga ke internasional.

“Dengan ada pawai dan GAMIFest, bisa dikenal oleh orang luar dan tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutupnya.[acl/***]

Komentar
Terbaru