Pemkot Banda Aceh

'Persamaan Persepsi Cara Bijak Tata Banda Aceh'

Redaksi - habadaily
13 Mar 2018, 16:42 WIB
'Persamaan Persepsi Cara Bijak Tata Banda Aceh' Pembukaan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG’s), Selasa (13/03/2018) di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh. | Ist

HABADAILY.COM – Persepsi yang sejalan plus partisipasi semua pihak sangat penting dalam mempercepat tercapainya target pembangunan Banda Aceh bekelanjutan (sustainable development goals). Penentapan arah yang jelas dan terukur merupakan langkah awal bagi suatu manajemen pemerintahan yang efektif.

“Arah pembangunan kota ini perlu ditata sedemikian rupa dan harus sesuai dengan perkembangan zaman. Kita harus menyamakan persepsi dalam membangun kota ini, baik dari unsur pemerintah, warga maupun kalangan dunia usaha sesuai proporsi masing-masing,” ujar Wali Kota Banda Aceh Aminullah, saat membuka Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG’s), Selasa (13/03/2018) di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh.

Untuk mencapai target tidak hanya dilakukan dengan pendekatan sektoral semata, tapi harus menggunakan pendekatan yang lebih terpadu, sistemik dan menyentuh akar permasalahan. Kata Aminullah , penentapan arah pembangunan yang jelas dan terukur merupakan langkah awal bagi suatu manajemen pemerintahan yang efektif.

Karenanya, partisipasi semua pihak sangat penting dalam mempercepat tercapainya target SDG’s. Untuk mencapai target tidak hanya dilakukan dengan pendekatan sektoral semata, tapi harus menggunakan pendekatan yang lebih terpadu, sistemik dan menyentuh akar permasalahan.

“Karenanya kegiatan konsultasi ini sangat penting. Dan Saya berharap kegoiatan ini dapat memberi masukan untuk mendukung tercapainya target tujuan pembanguna berkelanjutan (TPB) di Kota ini. Sehingga nantinya lahir kesepakatan dan komitmen bersama terhadap rencana aksi daerah TPB,” tambahnya.

Wali Kota mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada INFID dan Flower Aceh yang telah berinisiasi menggelar kegiatan tersbut. “Mudah-mudahan hasil dari konsultasi publik ini nantinya akan membawa manfaat yang baik bagi seluruh masyarakat Banda Aceh,” harap tutup Aminullah.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari unsur Pemerintahan seperti Dinas terkait dan para Keuchik, komunitas penyandang disabilitas hingga kalangan pengusaha.

Tampil sebagai pembicara pada kegiatan ini, Hamong Santono dari International NGO Forum Indonesian Development (INFID), Martunis SE (Bappeda Aceh), Hafriza (Bappeda Banda Aceh) dan Riswati  (Flower Aceh). [jp/rel]

 

Loading...