DATA BMKG 30 Juli 2021

Dayah Muhbir Terima Piagam Statistik dari Kemenag

Dayah Muhbir Terima Piagam Statistik dari Kemenag

Muhammaditah Bireuen.

HABADAILY.COM—Dayah Islam Terpadu Muhammadiyah Bireuen (DIT-Muhbir) menerima Piagam Statistik Pesantren dengan Nomor 001407 dari Kementerian Agama RI.

Piagam tersebut diberikan setelah Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag menetapkan Nomor Statistik Pesantren (NSP) untuk dayah yang beralamat di Jalan Putroe Bungsu, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, itu.

NSP Dayah Islam Terpadu Muhammadiyah Bireuen dengan Nomor 510011110227 ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1407 Tahun 2021 tentang Penetapan Nomor Statistik Pesantren Dayah Islam Terpadu Muhammadiyah Bireuen pada 28 Juni 2021.

Dalam keputusan yang ditandatangani Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani itu disebutkan, pertimbangan ditetapkan NSP berdasarkan rekomendasi hasil verifikasi, validasi dan rekomendasi Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

"Pesantren Dayah Islam Terpadu Muhammadiyah Bireuen dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diberikan Nomor Statistik Pesantren," tulisnya.

Poin selanjutnya disebutkan, Pesantren DIT Muhammadiyah Bireuen berhak menyelenggarakan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dengan mengimplementasikan nilai nilai Islam Rahmatan lil'alamin, menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pondok Pesantren DIT Muhammadiyah Bireuen didirikan oleh dr Athailah A Latief SpOG dan sekarang dipimpin oleh Ustad Fakhrurrazi SSy.

Ustad Fakhrurrazi menjelaskan, pendirian dayah atau pesantren sekarang harus sesuai dengan persyaratan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. "Kami sudah memenuhi semua persyaratan ditetapkan dan telah diverifikasi oleh Kemenag Bireuen. Prosesnya mulai dari kabupaten sampai ke pusat (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI)," ujarnya, Sabtu (3/7/2021).

Setelah keluarnya NSP, lanjut dia, Dayah Muhammadiyah Bireuen akan didaftarkan ke Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh. Hal itu dikarenakan dayah yang dipimpinnya terintegrasi dengan pendidikan umum, yaitu SMP dan SMA.

"Dayah sudah berjalan dua tahun dan sekarang ada 70 santri jenjang SMP dan SMA," jelasnya.

Menyangkut kurikulum di DIT Muhammadiyah Bireuen, sebutnya, tidak berbeda jauh dengan dayah modern lain di Aceh.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi menyebut, konsep pesantren yang dikelola Muhammadiyah adalah pesantren pembaruan atau modern, serta terintegrasi dengan pendidikan umum sekolah atau madrasah.

Karena itu, Pesantren Muhammadiyah memiliki brand image yang sangat diminati masyarakat, yaitu Muhammadiyah Boarding School (MBS) dan pesantren sains (trensains).[]

Komentar
Terbaru