DATA BMKG 02 April 2020

Pangdam IM Sampaikan Kuliah Umum di Unsyiah

Pangdam IM Sampaikan Kuliah Umum di Unsyiah

Mayor Jendral TNI Teguh Arief Indratmoko MM menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Unsyiah.

HABADAILY.COM—Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jendral TNI Teguh Arief Indratmoko MM menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Kuliah Umum ini dimoderatori oleh Wakil Rektor I Unsyiah Prof Dr Marwan serta disaksikan oleh Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng dan Wakil Rektor III Unsyiah Dr Alfiansyah Yulianur BC di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa (11/2/2020).

Kuliah umum ini mengangkat tema, “Ketahanan Nasional dan Bela Negara bagi Generasi Mileneal dalam Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Dalam paparannya, Pangdam mengatakan generasi muda khususnya mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pembangunan di negara ini. Untuk itulah, mahasiswa harus menyiapkan dirinya, baik itu ilmu pengetahuan, teknologi,  dan sebagainya termasuk integritas terhadap bangsa dan negara.

“Karena kalian harus memikul tanggung jawab sebagai penyelenggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Kalau kalian tidak membekali diri dengan ilmu pengetahuan tersebut, maka kalian akan terlindas oleh zaman dan bangsa-bangsa asing,” ucapnya.

 Pangdam mengungkapkan, keberagaman di Indonesia merupakan suatu anugrah yang luar biasa. Bangsa ini memiliki 1.340 suku, 841 bahasa daerah dan 7.451 budaya. Dengan keberagaman tersebut, kita mampu bersatu dalam bingkai NKRI.

“Faktanya dengan perbedaan itu kita mampu menyatukan diri dari Sabang sampai Meurauke. Orang luar sampai menilai hal ini sangat mustahil untuk menyatukan bangsa,” ujar Pangdam.

Meskipun demikian, Pangdam mengaku sedih saat Aceh dinobatkan sebagai daerah yang intoleran paling tinggi oleh Kementerian Agama. Faktanya, saat perayaan natal dan tahun baru kemarin, dirinya melihat langsung bersama Kapolda dan Gubernur Aceh bagaimana semangat toleransi terjalin kuat di Bumi Serambi Mekkah ini.

“Tidak ada kejadian satu pun yang menganggu mereka yang beragama nasrani. Tidak ada satu pun kejadian yang menganggu ibadah mereka, tapi Aceh dikatakan intoleran, mungkin penelitian ini yang perlu kita kaji,” ungkapnya.

Selain itu, Pangdam juga mengajak mahasiswa Unsyiah untuk menyiapkan dirinya khususnya dalam kemampuan diplomasi politik.  Sebab kemampuan seperti ini sangat dibutuhkan dalam persaingan global.

Pangdam mencontohkan bagaimana pemerintah Singapura melakukan diplomasi politik agar Terusan Kra di Thailand tidak buka. Sebab jika hal itu terjadi, maka akan sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian Singapura.

Oleh sebab itu, generasi muda tidak boleh mengabaikan politik. Pangdam ingat saat dirinya mengawal Mantan Wakil Presiden Jusuf Kala, di mana saat bertemu tokoh-tokoh muslim, JK mengajak mereka untuk memahami politik dengan baik. Karena politik turut menentukan jalannya pembangunan suatu negara.

“Harga obat, harga makanan, semua bergantung pada keputusan politik. Contoh APBN, untuk diaplikasikan harus mendapat persetujuan  DPR. Nah, DPR itu siapa? Itulah tokoh-tokoh politik. Kalau orang politik ini orang jahat dan zalim, maka yang ada adalah untuk kepentingan mereka,” kata Pandam.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru