DATA BMKG 01 Juni 2020

Sedang Mabuk, Eh WH Menciduk

Sedang Mabuk, Eh WH Menciduk

Seorang PSK Asal Tamiang istirahat usai penyidikan WH, Rabu (05/08/2015). Fotografer, Asri Zaidir

HABADAILY.COM - Seorang Pekerja Sex Komersil (PSK) asal Aceh Tamiang diciduk petugas patroli Wilayatul Hisbah (WH). Ia ditangkap saat sedang bersama tiga rekannya menemani ‘tamu’ disalah satu kafe kawasan Simpang Lima, Banda Aceh.

“Petugas patroli mendapat informasi dari warga ada pesta minuman keras langsung ke lokasi,” jelas Kepala Penyidikan dan Penegakan Syariat Islam WH Banda Aceh, Evendi A Latif, Rabu (05/08/2015).

Saat di kafe, petugas langsung masuk ke dalam ruang karoke. Di sana, ditemukan tiga perempuan yang diduga PSK bersama sejumlah pria. Namun dua perempuan dan para pria berhasil melarikan.Sementara seorang perempuan berinisial W, saat diciduk dalam kondusi sempoyongan.

Ia bahkan tidak melakukan perlawan, justeru senyum-senyum pada petugas dan warga yang sedang berada di kafe.

 “Aku baru minum dua teguk malah datang WH, yang lain pada kabur bang, ” kata W.

W mengaku mendapat bayaran Rp100 ribu perjam untuk jasanya menemani para pria tersebut minum-minum. Ia sendiri diajak temannya berinisial A ke kafe tersebut. Bermodal baju seronok, ia berencana merayu pelanggannya sambil karoke, agar usai bernyanyi untuk memakai jasanya “ngamar.”

W mematok harga Rp 500 ribu untuk jasa “mesum” dalam waktu pendek. Namun apes, belum lagi sempat menjalankan rencana, petugas sudah menciduknya.

Bukannya menginap di hotel melati, tapi W malah dua malam tidur melantai di kantor WH Banda Aceh. Saat ini, ia dalam proses penyelidikan. Penyidik menyeratnya tiga qanun sekaligus; Qanun nomer 5 tahun 2000, qanun nomer 11 tahun 2002 dan qanun nomer 3 tahun 2003.

“Keluar dari sini aku mau pensiun bang, pulang kampung!” [masa]

Komentar
Terbaru