DATA BMKG 30 Mei 2020

Anggaran Penanganan Covid-19 di Aceh Besar Mencapai 48 M

Anggaran Penanganan Covid-19 di Aceh Besar Mencapai 48 M

HABADAILY.COM - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali memplot tambahan anggaran penanganan Covid-19 hingga mencapai Rp 48 M. Anggaran ini hasil rasionalisasi dari beragam kegiatan yang sifatnya tidak mendesak, sehingga dialihkan untuk menanggulangi potensi penyebaran virus mematikan tersebut.

Kepada awak media, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menjelaskan, alokasi anggaran itu meliputi penyediaan alat pelindung diri (APD), penyediaan obat dan alat kesehatan, dapur umum, santunan dan tunjangan untuk tenaga medis.

“Selain itu kita akan sediakan tempat isolasi untuk 23 kecamatan di Aceh Besar, serta bantuan sembako untuk masyarakat pada masa darurat,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Jauh sebelum itu, pihaknya bersama unsur forkopimda setempat telah mengeluarkan seruan bersama. Masyarakat untuk sementara diminta untuk tidak terlibat dalam keramaian, baik di warung kopi, restoran, swalayan, pasar, tempat wisata, dan lainnya. Sementara bagi penduduk yang baru tiba dari luar Aceh, diimbau untuk mengkarantina diri di rumah masing-masing selama 14 hari.

“Harus ada kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” imbuhnya.

Pemerintah sebelumnya juga telah mengambil kebijakan membatasi waktu berjualan di Pasar Induk Lambaro dan Pasar Keutapang, yang mengacu pada Instruksi Bupati Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2020.

“Selain itu, kami imbau untuk menghindari keramaian atau pengumpulan massa, tidak berdekatan dengan orang sakit, dan hewan, terutama hewan liar,” pintanya.

Menyikapi kabar adanya sejumlah gampong di Aceh Besar yang sudah memberlakukan jaga malam, Mawardi meminta agar kegiatan itu segera dihentikan. Ia mengatakan, masyarakat perlu tetap sehat dengan menjaga daya tahan tubuh agar tidak terpapar virus tersebut.

“Jangan malah terpapar Covid-19 karena ramai-ramai berada di pos jaga. Namun, bila ada tamu atau orang yang baru kembali dari provinsi lain maupun luar negeri, diminta segera dilaporkan kepada Muspika setempat sehingga bisa dikarantina dulu,” imbaunnya.

 

Komentar
Baca Juga
Terbaru