DATA BMKG 25 November 2020

Garapan Massal 1001 Penari Ratoh Jaroe Menggema di Kota Solo

Garapan Massal 1001 Penari Ratoh Jaroe Menggema di Kota Solo

Ribuan peserta berfoto usai penampilan tarian Ratoh Jaroe di Balai Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Minggu (2/2/2020). (Ist)

HABADAILY.COM - Garapan massal tarian Ratoh Jaroe yang dibawakan 1001 penari tampil memukau di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (2/2/2020). Festival bertajuk "Peusaboh Hate Wareh Syedara" ini melibatkan siswa SMA/SMK, mahasiswa se-Solo Raya, serta para Polwan dari empat Polres di Surakarta.

Sedikitnya 80 Polwan dari wilayah Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo terlibat sebagai peserta, termasuk seorang warga asing berkebangsaan Amerika Serikat. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri Rafli Kande, Anggota DPR RI asal Aceh.

Koreografer sekaligus Ketua Sanggar Aneuk Nanggroe Nusantara (SANSA) Hasanul Muttaqien selaku inisiator acara ini mengungkapkan, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama berbagai pihak, baik itu Pemerintah Kota Solo, Badan Penghubung Pemerintan Aceh (BPPA), dan para pemuda yang bergiat dalam komunitas tari di kota tersebut.

Ia menjelaskan, untuk dapat menampilkan tarian massal ini, para peserta telah berlatih sejak November 2019 lalu. Menariknya, nyaris 60 persen dari peserta mulanya sama sekali baru mengenal kesenian Aceh itu.

Perwakilan BPPA, Sabri bersama pendiri sanggar Sansa, Hasanul Muttaqien di sela-sela Festival 1001 Ratoh Jaroe di Balai Kota Surakarta, Minggu (2/2/2020). (Ist)
Perwakilan BPPA, Sabri, bersama Ketua Sanggar SANSA, Hasanul Muttaqien di sela-sela Festival 1001 Ratoh Jaroe di Balai Kota Surakarta, Minggu (2/2/2020). (Ist)



"Namun, teman-teman sangat antusias, dan inisiasi dari SANSA disambut baik oleh semua pemuda untuk ikut menampilkan tarian Aceh ini," ujar Hasanul, Minggu (2/2/2020).

Sebagai sanggar seni yang berdiri sejak tahun 2016 silam di Solo, Hasanul mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan kegiatan ini dapat terlaksana dengan meriah.

"Terutama teman-teman penari yang giat berlatih demi menampilkan yang terbaik, sehingga Festival hari ini diapresiasi oleh seluruh warga Solo," kata putra kelahiran Banda Aceh ini.

Hingga kini, sanggar SANSA telah bekerjasama dengan 25 sekolah dan instansi di Solo. Ia berharap, minat untuk saling berlatih seni tari di kota tersebut sebagai cara guna merekatkan harmonisasi antar dua budaya, Aceh dan Jawa.

"Apalagi peluang untuk memperkenalkan dan mengembangkan tarian Aceh disini, masih sangat terbuka lebar, ini juga dikarenakan Pemerintah serta masyarakat Solo yang sangat ramah dan terbuka untuk setiap keberagaman," pungkas mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Di sisi lain, Ketua BPPA, Almuniza Kamal dalam keterangan tertulisnya mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh peserta di kegiatan tersebut. "Ucapan terimakasih juga kepada Pemkot Solo yang telah berkontribusi dan memfasilitasi kegiatan ini," tulisnya.

Ia berharap, ke depan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Solo dapat mengagendakan lagi kegiatan lainnya seperti seni, budaya, pariwisata, dan sebagainya. 

Sementara Walikota Surakarta FX Hadi Rudiatmo, yang membuka langsung acara tarian massal itu, kata Almuniza, menitip salamnya kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

"Beliau akan mengundang bapak (Plt Gubernur Aceh) di bulan April nanti, dengan agenda penari kijang massal untuk menyambut hari Tari Sedunia," tutup Almuniza. []
 

Komentar
Terbaru