DATA BMKG 23 Agustus 2019
Pemko Banda Aceh

Peredaran Narkoba di Banda Aceh Terendah se-Indonesia

Peredaran Narkoba di Banda Aceh Terendah se-Indonesia

Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko menyalami Aminullah Usman.

HABADAILY.COM—Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mendapatkan apresiasi sebagai kepala daerah yang mampu membawa Ibukota Provinsi Aceh menjdi kota dengan tingkat peredaran Narkoba terendah se-Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko saat menghadiri coffee morning, Senin (15/7/2019), di pendopo walikota.

Acara itu juga dihadiri Kepala BNNP Aceh Faisal An, Kasdam Sultan Iskandar Muda (SIM) Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin, Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arief, Kepala Kanwil Beacukai Aceh Supriadi, jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan BUMN di Banda Aceh.

“Saya bangga dengan Banda Aceh, dimana kota ini sebagai satu-satunya kota yang frekuensinya rendah dalam hal peredaran Narkoba. Dan tentunya tidak lepas dari kesadaran masyarakat dan tentunya komitmen walikotanya,” ucap Heru.

Ia pun menerangkan, bahwa BNN telah merancang beberapa program sebagai upaya untuk menekan serta mempersempit ruang lingkup peredaran barang haram tersebut. “Kami akan membina para petani ini agar bisa memanfaatkan lahannya, untuk bisa ditanam tanaman seperti jagung, dan akan kita distribusikan secara cepat untuk hasilnya,” katanya.

Heru mengharapkan, dengan hal itu maka dapat membantu para petani dalam bidang ekonomi dan turut serta mengurangi narkotika dengan memanfaatkan lahan yang salah.

Menyambut hal ini, Aminullah menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang turut ikut serta dalam menuntaskan narkotika di tanah rencong.

Dalam rangka memepersempit ruang gerak para pengedar, Aminullah menyebutkan, Pemko telah melakukan berbagai upaya. Salah-satunya adalah dengan membuat gerakan seluruh gampong untuk sepakat menandatangani komitmen seluruh gampong untuk memerangi narkoba.

“Kami akan terus bersinergi, menekan sekecil mungkin peredaran Narkoba di kota ini. Jika ada terlihat unsur-unsur narkoba di sekitar, pihak gampong, khusunya masyarakat kami mintakan untuk segera laporkan kepada pihak berwajib,” ujar Aminullah.

Aminullah juga menjelaskan, dengan terjaganya Kota Banda Aceh dari bahaya Narkoba maka itu akan berimbas pada sektor lainnya. “Kita (Pemko) sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor wisata, melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan investor. Maka daripada itu, keamanan dan kenyaman kota adalah hal yang paling utama,” pungkasnya.

MUSNAHKAN BARANG BUKTI

Usai dari pendopo, Kepala BNN Pusat dan Walikota Aminullah beserta sejumlah pejabat lainnya berjalan kaki ke lokasi pemusnahan barang bukti Narkotika di Lapangan Blang Padang.

Adapun Narkotika yang dimusnahkan dengan mesin incinerator itu terdiri dari 52,4 Kg sabu-sabu, 22 ribu butir ekstasi, dan 338 Kg ganja.

Menurut pihak BNN, Narkotika tersebut merupakan barang bukti dari dua kasus yang terungkap pada Mei lalu di Jakarta dan Dumai. Dua orang tersangka juga ikut dihadirkan pada acara pemusnahan.

Sebelum dimusnahkan, ketiga jenis Narkotika itu diuji laboratorium oleh petugas. Selanjutnya, para pejabat yang hadir termasuk Walikota Aminullah yang mewakili Plt Gubernur Aceh secara simbolis memasukkan sampel Narkotika ke dalam mesin incinerator guna dimusnahkan.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru