DATA BMKG 16 Oktober 2019

Walikota Sabang Ajak Berbagai Pihak untuk Jaga BPKS

Walikota Sabang Ajak Berbagai Pihak untuk Jaga BPKS

Sabang merine 2019

HABADAILY.COM - Walikota Sabang  Nazaruddin, S.I.Kom Jum'at (26/6) di lokasi even Sabang Marine Festival 2019, mengajak berbagai pihak untuk sama-sama menjaga Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) agar tetap eksis untuk mengembangan Sabang.

" BPKS tidak dimiliki oleh Kabupaten/Kota yang lain, ini perlu sama-sama kita menjaganya," tegas Walikota Sabang, Nazaruddin, S.I.Kom saat membuka Festival Sabang Marine Festival 2019 di Pelabuhan CT1 BPKS.

Pengertian sama-sama menjaga BPKS sebagaimana yang dimaksudkan oleh Walikota yakni, perlu disyukuri secara bersama bahwa kehadiran BPKS ini telah membawa arti bagi pengembangan Kota Sabang sendiri.

" Perlu sama-sama kita syukuri atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, apabila nikmat ini tidak kita syukuri maka nikmat ini akan dicabut. Kita sudah banyak pengalaman-pengalaman semasa kita kecil, dulu Sabang pernah jaya di masa free port, karena tidak ada syukur secara bersama maka dicabut kembali oleh Allah SWT," ucap Nazaruddin yang juga sebagai Anggota Dewan Kawasan Sabang.

Karenanya, BPKS yang merupakan Badan Negara yang memiliki peran sebagai pengembangan kawasan di Kota Sabang dan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar merupakan aset yang perlu dijaga.

" Jadi saya fikir ini suatu aset yang paling besar BPKS hadir, mungkin kami Pemko Sabang tidak mampu membawa kesejahteraanb yang sifatnya instan kepada masyarakat tanpa di dukung oleh pihak-pihak yang lain dalam hal ini BPKS," katanya lagi.

Namun, dari semua hal tersebut, Dirinya berharap agar BPKS dapat singkronisasi yang luar biasa untuk memajukan Sabang, salah satunya dibidang Pariwisata.

" Kita selalu mengatakan Sabang potensinya bagus begini dan begitu semua orang sudah tau. Tapi kita coba bekerjasama dengan BPKS, kita buka objek-objek wisata baru, wisata religi, wisata sejarah dan lainya. Saya pikir perlu sinergi berjalan,"  tambah Nazaruddin.

Meski demikian, tentunya dalam pengembangan wisata, tidak boleh lepas dari adat dan budaya. Tentunya ini harus disepakati secara bersama dan menempatkan sesuati sesuai dengan tempatnya.

" Harus kita sepakati, daerah ini boleh daerah ini tidak boleh,  sama-sama kita coba buat aturan untuk kawasan-kawasan wisata itu sendiri seseuai tempatnya," jelas Nazaruddin. (*)

Komentar
Baca Juga
Terbaru