Renovasi Mesjid Besar Peusangan Butuh Anggaran Rp65 Miliar

Redaksi - habadaily
16 Mar 2019, 01:29 WIB
Renovasi Mesjid Besar Peusangan Butuh Anggaran Rp65 Miliar Tgk Anwar Hasan

HABADAILY.COM—Renovasi menyeluruh Mesjid Besar Peusangan (MBP), Kabupaten Bireuen, membutuhkan dana sekira Rp65 miliar. Dengan renovasi tersebut, mesjid ini menjadi mesjid terbesar kedua di Aceh setelah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Besar Peusangan, Tgk Anwar Hasan menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk rehab total MBP mencapai Rp65 miliar. “Ini berdasarkan RAB dengan perhitungan harga material saat ini, ,” ungkapnya, Jumat (15/3/2019).

Menurut anggota DPRK Bireuen dari Partai NasDem ini, mesjid yang dibangun sekarang berkontruksi dua lantai dengan ukuran 40m x 60m dan dapat menampung 8.000 orang jamaah. “Target kami, pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun yang sudah dimulai pada awal 2018 silam,” katanya.

Untuk pekerjaan pondasi, kata dia, menghabiskan biaya Rp3,2 miliar lebih. Sementara kebutuhan dana melanjutkan pembangunan tahun 2019 mencapaiRp10 miliar. “Untuk kebutuhan biaya tersebut, tahun ini Pemerintah Aceh telah menganggarkan dana Rp4,9 miliar dalam bentuk hibah. Kemudian Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mengalokasikan dana Rp700 juta,” papar pria yang akrab disapa Cek Wan ini.

Sumber anggaran untuk pembangunan mesjid juga diharapkan dari sumbangan masyarakat Peusangan Raya (Kecamatan Peusangan, Jangka, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng). “Kita juga mengharapkan sumbangan dari masyarakat di luar Peusangan Raya, masyarakat luar Kabupaten Bireuen dan Aceh. Bahkan kami juga menggalang sumbangan dari masyarakat Aceh yang ada di luar negeri,” ungkapnya.

Cek Wan menambahkan, dari kebutuhan Rp10 miliar tahun ini, BKM harus mengupayakan dana dari berbagai sumber kurang lebih Rp3,5 miliar lagi. “Ini kami harapkan dari sumbangan melalui calengan yang kami edarkan di 156 gampong dan 529 di toko atau warung. Target kami, setiap bulan dapat terkumpul Rp400 juta,” katanya.

Selain itu, lebih 200 eks proposal juga dikirim ke berbagai pihak yang punya hubungan dan dikenalnya. “Ke Banda Aceh ada 85 eks, Lhokseumawe dan Aceh Utara 65 eks, Bireuen 45 eks, Qatar dan Kuwait ada 7 eks proposal,” urainya.

Diharapkan, dari proposal itu juga melahirkan sumbangan yang dapat memperlancar pembangunan tahap berikutnya. “Semoga semuanya dapat berjalan lancar, sehingga renovasi mesjid bisa rampung sesuai target,” tandas Cek Wan yang menolak honorium atas jabatan Ketua Badan Kemakmuran Mesjid Besar Peusangan yang diembannya.[]

Loading...