Dinsos Aceh dan TKP2K Bahas Strategi Penanganan Kemiskinan

Redaksi - habadaily
14 Mar 2019, 22:05 WIB
Dinsos Aceh dan TKP2K Bahas Strategi Penanganan Kemiskinan

HABADAILY.COM—Dinas Sosial Aceh (Dinsos) Aceh menggelar rapat dengan Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K) Aceh berkaitan dengan Basis Data Terpadu (BDT) terbaru dan rencana penanganan kemiskinan tahun 2020.

Rapat itu berlangsung di aula Dinas Sosial Aceh yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinsos Aceh Devi Riansyah AKs MSi dan turut didampingi Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Aceh Cut Aja Muzita SSTP MPA, dan sejumlah pejabat eselon di ruang lingkup dinas tersebut, Rabu sore (13/3/2019).

Selain itu, turut dihadiri Ketua TKP2K Aceh Asrati beserta jajaran, Ketua Koalisi NGO HAM Zulfikar Muhammad, dan sejumlah peserta lainnya.

Cut Aja Muzita menyembutkan, rapat koordinsi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung program Dinas Sosial dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Aceh. Terlebih untuk menyikapi rilis terbaru BPS yang menyebutkan Provinsi Aceh merupakan provinsi termiskin di Sumatera.

“Dengan adanya BDT ini, akan lebih terarah dan terukur dalam penyaluran bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh. Bahkan, bukan hanya Dinsos Aceh, tetapi SKPA lain yang mempunyai tugas menangani kemiskinan akan mengacu kepada DBT dalam merumus program,” ujar Cut Aja Muzita di sela rapat koordinasi.

Terkai tingkat kemiskinan di Aceh yang tertinggi di Sumatera,  kata dia, pihaknya akan mengkaji penyebabnya. “Tentu ini menjadi perhatian serius kami, khsususnya di Dinas Sosial Aceh. Pemerintah Aceh sudah bekerja penuh hati, anggaran juga cukup banyak digelontorkan untuk penanganan fakir miskin di Aceh,” sambungnya.

Ketua TKP2K Aceh Asrati menyebutkan, dengan adanya rapat koordinasi ini, akan lebih mudah dalam mensinkronisasi program kerja Dinsos dan TKP2K dengan tujuan mengurangi angka kemiskinan di Aceh. Selama ini, menurutnya Pemerintah Aceh sudah bekerja maksimal dalam menurunkan angka kemiskinan, meski hasilnya belum maksimal.

“Ke depan, dengan adanya data terpadu ini, akan lebih terlihat jelas data dan jumlah angka kemiskinan serta karakteristik kemiskinan di Aceh. Dengan demikian, pemerintah akan lebih tepat sasaran dalam menyusun program dan menyentuh langsung masyarakat bawah,” ujar Asrati saat dimintai keterangannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah AKs MSi mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM menyebutkan, dengan adanya BDT terbaru yang telah di-update dan memuat sejumlah indikator kemiskinan di Aceh, maka akan memudahkan dinas dalam bekerja.

“Kegunaan data BDT yang terbaru yang sudah memuat indikator kemiskinan. Ini memudahkan kerja Dinsos Aceh dalam bekerja menyasar orang-orang yang memang berhak menerima bantuan,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, kegunaan data tersebut akan diketahui siapa saja yang sudah pernah dibantu oleh pemerintah dan juga dapat mengetahui perkembangan dari pihak penerima bantuan. “Jadi, program kami akan mengacu berdasarkan data BDT, agar tepat sasaran,” tutupnya.[]

Loading...