Saifannur Ingatkan Dokter Tidak Mengarahkan Semua Pasien Dioperasi

Redaksi - habadaily
14 Mar 2019, 00:02 WIB
Saifannur Ingatkan Dokter Tidak Mengarahkan Semua Pasien Dioperasi

HABADAILY.COM—Bupati Bireuen H Saifannur SSos mengingatkan para dokter yang bertugas di Puskesmas dan rumah sakit tidak semena-mena dalam mengambil tindakan medis. Jangan memaksakan kehendak dengan mengarahkan pasien untuk dioperasi kalau memang masih bisa ditangani tanpa bedah.

Hal itu dikemukakan Bupati Saifanur dalam sambutannya pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemkab Bireuen, Rabu (13/3/2019).

Menurut Saifannur, pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. "Perawat atau suster gayanya jangan seperti dokter spesialis. Tempatkan sesuatu pada tempatnya," pinta Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen ini.

Bupati mengingatkan para dokter agar masyarakat yang berobat tidak semuanya direkomendasikan untuk dioperasi (bedah). "Sekarang orang bisul pun disuruh bedah. Kalau begini model pelayanan kesehatan, ya pasti bangkrut negara membayar klaim BPJS," katanya.

Belakangan ini, lanjut dia, wanita hamil yang mau melahirkan datang ke rumah sakit juga disuruh bedah caesar. "Dibuat cara bagaimana supaya orang mau melahirkan dengan operasi atau bedah. Sebenarnya persalinannya bisa dilakukan secara normal. Ini sudah sangat membahayakan jika terus dibiarkan," ungkap Saifannur.

Di sisi lain, dia meminta stakeholder pendidikan untuk bekerja maksimal guna mendongkrak mutu pendidikan di daerahnya. Pasalnya, saat ini kondisi pendidikan Kabupaten Bireuen menempati rangking merah.

"Sekarang rangking pendidikan kita merah. Saya minta kepada kepala sekolah yang dilantik hari ini harus mampu memperbaiki peringkat pendidikan. Tidak boleh merah lagi, minimal kuning," ujarnya.

Para kepala sekolah diingatkan agar tidak sibuk memikirkan dana BOS, namun mutu pendidikan harus lebih diutamakan. "Pikirkan bagaimana cara meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan. Guru harus sayang kepada muridnya," tegasnya.

Bupati juga mengingatkan ASN untuk lebih meningkatkan disiplin kerja. Diharapkan, pegawai tidak banyak menghabiskan waktu kerja di warung kopi. "Korupsi itu bukan uang saja. Tapi tidak disiplin waktu kerja juga bagian dari korupsi, yaitu koruptor waktu," tandasnya.

Pejabat eselon II yang dilantik oleh Bupati Saifanur, yakni Ir M Jafar MM sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain pejabat eselon II, turut dilantik 3 orang pejabat eselon III dan 84 pejabat eselon IV.

Pada kesempatan sama, Bupati melantik 26 kepala SMP, 96 kepala SD, 16 kepala TK dan 2 Pengawas Sekolah. Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, Wakil Bupati Dr H. Muzakkar A Gani, SH MSi, Sekda Ir Zulkifli Sp, para Asisten, dan para kepala SKPK.[]

Loading...